Senin, 11 Mei
Injil Yohanes 15:1
Yesus berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.”
Yesus adalah pokok anggur yang kekal dan sebagai manusia kita harus tinggal dan berbuah dalam kehidupan sehari-hari. Ranting tidak memiliki kehidupan sendiri ia bergantung sepenuhnya pada pokok. Sering kali manusia mencoba hidup dengan kekuatannya sendiri. Kita merasa mampu, mandiri, dan tidak membutuhkan Tuhan. Namun, tanpa hubungan yang hidup dengan Kristus, kehidupan rohani kita akan menjadi kering. Kita mungkin terlihat baik di luar, tetapi di dalam tidak ada pertumbuhan sejati.
Tinggal di dalam Kristus berarti hidup dalam hubungan yang dekat dan terus-menerus dengan-Nya. Ini bukan hanya soal datang ke gereja, tetapi tentang kehidupan yang berakar dalam firman, doa, dan ketaatan setiap hari. Ketika kita tinggal di dalam Dia, kita menerima kekuatan, penghiburan, dan pertumbuhan.
Buah yang dihasilkan bukan hanya keberhasilan duniawi, tetapi karakter Kristus: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, dan kebaikan. Orang lain akan melihat perubahan dalam hidup kita dan memuliakan Tuhan. Yesus juga mengingatkan bahwa ranting yang tidak berbuah akan dipotong. Ini menunjukkan pentingnya hidup yang benar-benar melekat pada-Nya, bukan hanya sekadar mengaku percaya.
