Selasa, 12 Mei

Kasih Allah yang Menyelamatkan

Injil Yohanes 3:16

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal”

Kasih Allah bukan sekadar konsep, tetapi tindakan nyata. Ia memberikan yang paling berharga Anak-Nya sendiri demi keselamatan manusia. Manusia pada dasarnya hidup dalam dosa dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Hukuman dosa adalah kebinasaan, tetapi kasih Allah membuka jalan keselamatan melalui Yesus Kristus. Ini adalah kasih yang tidak bersyarat, yang tidak menunggu manusia menjadi sempurna terlebih dahulu.

Yesus datang bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyelamatkan. Ini menunjukkan hati Tuhan yang penuh belas kasih. Namun, keselamatan ini harus diresponi dengan iman. Percaya kepada Yesus berarti menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya dan hidup dalam ketaatan. Kasih yang kita terima dari Tuhan seharusnya mengubah cara kita hidup. Kita dipanggil untuk mengasihi sesama, mengampuni, dan hidup dalam kerendahan hati. Kasih yang sejati selalu melibatkan pengorbanan. pengorbanan, bahwa kasih yang tulus sering kali membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya kata-kata. Dalam kehidupan, itu bisa terlihat dari hal sederhana seperti menolong, mengampuni ataupun mengalah demi kebaikan bersama.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline