Jumat, 22 Mei
1 Korintus 10:31
10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. 10:32 Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah. 10:33 Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.
Saudara-saudari yang diberkati Tuhan,
Paulus tidak hanya berbicara tentang hal-hal besar yang sudah dilakukan, seperti pelayanan atau ibadah, justru dia berbicara tentang hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari, seperti makan dan minum. Paulus menegaskan bahwa campur tangan Allah dalam hal-hal kecil sama besarnya dengan campur tangan Allah pada hal-hal besar.
Melakukan hal-hal kecil bukan berarti kita menjadi orang berdosa, bukan juga menunjukkan bahwa kita mempunyai pemahaman yang dangkal tentang hidup ini, sebab lautan yang dalam pun memiliki bagian yang dangkal. Bahkan hal-hal kecil dalam kehidupan, seperti makan dan minum, pakaian, jalan-jalan, atau obrolan sehari-hari, Allah ikut berperan juga di dalamnya. Karena Ia juga pernah melakukan hal-hal tersebut.
Kita harus menyadari bahwa hidup yang kita jalani saat ini bukan hanya tantang hal-hal besar. Bukan hanya tentang seberapa banyak pelayanan yang sudah kita lakukan, atau berapa banyak kegiatan rohani yang sudah kita ikuti. Tetapi justru tentang hal-hal kecil yang dianggap sepele.
Saat kita hendak makan, kita menundukkan kepala sejenak. Ini bukan sekadar kebiasaan, ini merupakan kesadaran bahwa makanan di hadapan kita bukan hanya sebagai pengisi perut, tetapi menyadari bahwa itu adalah berkat. Dan ketika kita mengucapkan syukur, kita sedang memuliakan Tuhan.
Kita selalu dikelilingi oleh hal-hal kecil dalam hidup ini. Kita hidup dalam dunia yang nyata, berpikir dan bertindak menggunakan akal sehat. Karena itu sekecil apapun yang harus kita lakukan, lakukanlah itu bukan untuk mencari pujian manusia, tetapi lakukanlah untuk menyenangkan hati Tuhan dan memuliakan Dia sebagai sang pemberi segala sesuatu.
Kerjakanlah hal-hal kecil dengan sungguh-sungguh, dengan jujur, dan dengan hati yang benar. bukan karena kita diawasi oleh manusia, tetapi karena kita menyadari segala sesuatu yang kita kerjakan, Tuhan selalu melihatnya. Sehingga dalam kesungguhan itulah, Tuhan dimuliakan.
Memuliakan Tuhan bukan tentang melakukan hal yang besar, tetapi tentang melakukan apa yang dianggap kecil/sepele dengan hati yang benar setiap hari. Amin
