Selasa, 8 September
Hidup Bijaksana di Tengah Dunia
Bacaan: Efesus 5:15-21
Ayat Emas : “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.”
————————————————————————————————————————–
Dalam kehidupan sehari-hari, kita diperhadapkan dengan banyak pilihan. Ada pilihan yang membawa kita semakin dekat kepada Tuhan, tetapi ada juga pilihan yang dapat menjauhkan kita dari kehendak-Nya. Karena itu, Rasul Paulus dalam Efesus 5:15-21 mengingatkan kita untuk memperhatikan bagaimana kita hidup. Ia berkata, “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.” Hidup sebagai orang percaya bukan hanya tentang mengetahui firman Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana kita menerapkannya dalam setiap keputusan dan tindakan dengan bijaksana. Paulus mengingatkan agar kita menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya karena zaman ini adalah jahat. Waktu adalah pemberian Tuhan yang tidak dapat kita ulang kembali. Sering kali kita menggunakan waktu untuk hal-hal yang tidak benar-benar membangun kehidupan kita. Kita bisa terlalu sibuk mengejar kesenangan, pekerjaan, uang, media sosial, atau berbagai hal lainnya sampai lupa menyediakan waktu untuk Tuhan. Karena itu, hidup bijaksana berarti mampu menentukan apa yang benar-benar penting dan menggunakan waktu untuk sesuatu yang berkenan kepada Tuhan.
Kemudian Paulus berkata, “Usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Ini berarti dalam menjalani kehidupan, kita tidak hanya bertanya, “Apa yang saya inginkan?” tetapi juga bertanya, “Apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup saya?” Tidak semua yang kita inginkan adalah yang terbaik bagi kita. Terkadang Tuhan mengarahkan kita kepada jalan yang tidak mudah, tetapi justru melalui jalan itulah Tuhan membentuk dan mendewasakan iman kita. Paulus juga mengingatkan agar orang percaya tidak dikuasai oleh anggur, tetapi hendaknya penuh dengan Roh. Artinya, kehidupan kita jangan dikendalikan oleh keinginan dan hawa nafsu pribadi, melainkan oleh Roh Kudus. Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan menunjukkan perubahan dalam kehidupannya: mampu bersyukur, membangun sesama, memuji Tuhan, dan hidup dalam kasih. Karena itu, kehidupan orang percaya seharusnya dapat menjadi kesaksian di tengah dunia yang sering kali kehilangan arah. Kita harus menggaris bawahi bahwa hidup bijaksana bukan berarti kita harus menjadi orang yang sempurna. Hidup bijaksana berarti kita mau terus belajar memilih yang benar, menggunakan waktu dengan baik, mencari kehendak Tuhan, dan membiarkan Roh Kudus memimpin kehidupan kita. Di tengah dunia yang menawarkan begitu banyak pilihan, kita dipanggil untuk tidak sekadar mengikuti apa yang sedang populer atau dilakukan banyak orang. Kita dipanggil untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
Dari renungan ini kita sebagai manusia bisa merefleksikan, Apakah selama ini kehidupan kita sudah menunjukkan hikmat dari Tuhan, atau justru kita lebih sering mengikuti keinginan dan keadaan di sekitar kita? Mari belajar menggunakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk melakukan yang baik, mengasihi sesama, dan semakin dekat kepada-Nya. Sebab hidup kita adalah kesempatan dari Tuhan untuk menjadi terang dan kesaksian di tengah dunia.
–Adya
