Senin, 7 September
Yesus Gembala yang Baik
Bacaan : Yohanes 10:11-18
Ayat Emas : “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”
————————————————————————————————————————–
Dalam kehidupan ini, kita sering kali menghadapi berbagai persoalan yang membuat kita takut, bingung, dan merasa sendirian. Ada saatnya kita tidak tahu harus melangkah ke arah mana dan kepada siapa untuk meminta pertolongan. Namun melalui Yohanes 10:11-18, Yesus mengingatkan kita bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian, sebab Ia adalah Gembala yang Baik. Yesus berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” Perkataan ini menunjukkan betapa besar kasih Yesus kepada kita.
Yesus membandingkan diri-Nya dengan gembala upahan. Seorang gembala upahan akan meninggalkan domba ketika bahaya datang karena domba itu bukan miliknya. Tetapi Yesus berbeda. Ia tidak meninggalkan domba-domba-Nya ketika menghadapi bahaya. Ia justru tetap tinggal, melindungi, menjaga, dan bahkan rela memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Hal ini menunjuk kepada pengorbanan Yesus di kayu salib. Ia rela menderita dan mati supaya manusia memperoleh keselamatan. Jadi, kasih Yesus bukan kasih yang hanya diberikan ketika keadaan kita baik, tetapi kasih yang tetap ada bahkan ketika kita berada dalam kesulitan. Yesus juga berkata bahwa “Ia mengenal domba-domba-Nya”. Ini berarti Tuhan mengenal kita sampai ke dalam-dalamnya. Ia mengetahui apa yang sedang kita pikirkan, pergumulan yang kita hadapi, ketakutan yang kita sembunyikan, bahkan air mata yang tidak dilihat oleh orang lain. Mungkin dalam keadaan tertentu kita merasa Tuhan diam atau jauh, tetapi sebenarnya Ia tetap hadir dan menyertai kita. Kita tidak selalu mengerti mengapa Tuhan mengizinkan suatu persoalan terjadi, tetapi kita dapat percaya bahwa Sang Gembala tetap memegang kehidupan kita dan mengetahui jalan yang terbaik bagi kita.
Sebagai domba, kita dipanggil untuk “mendengarkan suara Sang Gembala dan mengikuti-Nya”. Mendengarkan suara Yesus berarti membuka hati terhadap firman Tuhan dan belajar menaati kehendak-Nya. Tidak semua jalan yang Tuhan tuntun terasa mudah. Kadang kita harus melewati lembah pergumulan, kehilangan, kekecewaan, dan ketidakpastian. Namun kita dapat terus berjalan karena kita tahu siapa yang sedang menuntun kita. Kita tidak perlu mengetahui seluruh jalan di depan kita, kita hanya perlu percaya kepada Gembala yang berjalan bersama kita. Karena itu, apa pun keadaan kita hari ini, jangan merasa bahwa kita sendirian. Ketika hidup terasa berat, ketika masa depan tidak jelas, ketika doa-doa kita seolah belum mendapat jawaban, ingatlah bahwa Yesus tetap menjadi Gembala yang Baik. Ia mengenal kita, mengasihi kita, menjaga kita, dan telah memberikan diri-Nya bagi kita. Tugas kita adalah tetap percaya, mendengarkan suara-Nya, dan mengikuti langkah-Nya. Sebab selama kita berada dalam tuntunan Sang Gembala, kita memiliki alasan untuk tetap berharap dan tidak menyerah.
— Adya
