Selasa, 15 September
Tuhan Penjaga Kehidupan
Karunia adalah pemberian Tuhan, tetapi memeliharanya adalah tanggung jawab kita. Jangan biarkan api itu padam. Teruslah menyala dan jadilah berkat bagi sesama.
Mazmur 121
————————————————————————————————————————–
Dalam kehidupan kita, ada banyak hal yang kadang membuat kita merasa tidak aman. Kita bisa merasa khawatir tentang keluarga, pekerjaan, kesehatan, masa depan, atau berbagai persoalan yang sedang kita hadapi. Kadang-kadang kita bertanya dalam hati, “Siapa yang akan menolong saya ketika menghadapi semua ini?”
Pemazmur berkata dalam Mazmur 121:1–2, “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” Pada saat itu, pemazmur sedang menghadapi perjalanan kehidupan yang tidak mudah. Ketika melihat gunung-gunung di hadapannya, pemazmur tidak menjadikan gunung itu sebagai sumber pertolongan. Tetapi justru mengarahkan pandangannya kepada Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi. Ayat ini mengingatkan kita bahwa dalam menghadapi persoalan, kita boleh mencari pertolongan dari orang lain dan melakukan apa yang bisa kita lakukan, tetapi jangan pernah melupakan bahwa pertolongan utama kita itu berasal dari Tuhan. Dan disitu juga ada hal yang menarik, pemazmur tidak hanya mengatakan bahwa Tuhan menolong. Pemazmur juga mengatakan bahwa Tuhan adalah penjaga kehidupan. Ayat 3 berkata, “Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.”
Manusia bisa lelah. Orang yang kita andalkan bisa meninggalkan kita. Orang yang kita harapkan bisa tidak selalu ada. Tetapi Tuhan tidak pernah lengah dalam menjaga umat-Nya. Siang ataupun malam, Tuhan tetap menjaga kita. Tetapi ini bukan berarti orang yang percaya kepada Tuhan tidak akan mengalami masalah. Kita tetap bisa menghadapi sakit, kehilangan, kegagalan, kesulitan, dan berbagai pergumulan. Tetapi di tengah semua yang terjadi kita tidak berjalan sendirian. Ada Tuhan yang menjaga dan menyertai kita. Karena di dalam ayat 7 berkata, “TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.” Ayat ini menegaskan bahwa kehidupan kita itu berada dalam pemeliharaan Tuhan.
Mungkin hari ini kita sedang menghadapi sesuatu yang membuat kita takut atau khawatir. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kita tidak tahu bagaimana persoalan akan selesai. Tetapi kita tahu satu hal: Tuhan tidak pernah berhenti menjaga kita. Oleh karena itu, jangan biarkan kekhawatiran menguasai hati kita. Mari belajar seperti pemazmur: mengarahkan mata dan hati kepada Tuhan. Kita mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi esok, tetapi kita tahu siapa yang memegang hari esok. Karena kita punya Tuhan sebagai penjaga kehidupan kita. Stefany
