MENGHITUNG HARI-HARI DENGAN BIJAKSANA

MENGHITUNG HARI-HARI DENGAN BIJAKSANA

Senin, 21 September

“MENGHITUNG HARI-HARI DENGAN BIJAKSANA”

Mazmur 90:1-12

————————————————————————————————————————–

Setiap manusia memiliki sesuatu yang sama: kita semua diberi waktu yang terbatas. Tidak peduli kaya atau miskin, tua atau muda, terkenal atau sederhana, setiap orang menjalani hidup dalam batas waktu yang Tuhan berikan. Kita sering menghitung banyak hal dalam kehidupan: menghitung uang, menghitung keuntungan, menghitung usia, menghitung keberhasilan, bahkan menghitung kekurangan dan kesalahan orang lain. Tetapi ada satu hal yang sering kita lupa hitung, yaitu hari-hari yang Tuhan percayakan kepada kita. Mazmur 90 merupakan doa Musa. Dalam mazmur ini, Musa mengingatkan manusia bahwa hidup ini singkat, sementara Allah kekal. Karena itu, pemazmur berdoa: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Ayat ini bukan sekadar mengajak kita menghitung berapa banyak hari yang sudah kita jalani. Lebih dalam daripada itu, kita diajak untuk menyadari nilai setiap hari dan menggunakannya dengan bijaksana di hadapan Tuhan.

Musa memulai doanya bukan dengan membicarakan singkatnya hidup manusia, tetapi dengan mengingat siapa Allah. Allah adalah tempat perteduhan. Artinya, di tengah kehidupan yang berubah-ubah, Tuhan tetap menjadi tempat kita berpegang. Manusia berubah. Keadaan berubah. Kesehatan berubah. Pekerjaan berubah. Ekonomi berubah. Bahkan orang-orang yang kita kasihi juga dapat berubah dan meninggalkan kita. Tetapi Tuhan tidak berubah. Karena itu, ketika kita menghitung hari-hari kehidupan kita, jangan hanya melihat berapa banyak masalah yang sudah kita lewati. Lihatlah juga berapa banyak pertolongan Tuhan yang sudah kita alami.

Mazmur hari ini berbicara tentang menghitung hari. Bukan agar hari-hari segera lewat, tetapi supaya seseorang memiliki hati yang bijaksana (ay.12). Mengapa pemazmur meminta agar Allah mengajar dia untuk menghitung hari? Alasannya ada di dalam ayat sebelumnya (ay.3-6) dimana pemazmur merenungkan mengenai kesementaraan hidup manusia. Ia memakai ungkapan “debu” dan “rumput” untuk menggambarkan hubungan yang sebenarnya, antara Sang Pencipta yang begitu perkasa dan dirinya yang begitu lemah. Itulah sebabnya pemazmur meminta pada Allah agar dia diberikan kesadaran akan kesementaraannya, sehingga ia selalu ingin memiliki hati yang berhikmat dan hidup yang bermakna.

Mazmur 90:1–12 mengingatkan kita tentang dua hal besar: Allah itu kekal, tetapi manusia itu fana. Karena itu, hidup kita harus dijalani dengan kesadaran bahwa setiap hari adalah pemberian Tuhan. Kita tidak tahu berapa banyak hari yang masih tersisa. Tetapi kita tahu bahwa hari ini ada di tangan Tuhan. Maka jangan hanya menghitung berapa umur kita. Mari menghitung: Berapa banyak kasih yang sudah kita berikan? Berapa banyak orang yang sudah kita tolong? Berapa banyak kesempatan yang sudah kita gunakan untuk melayani? Berapa banyak waktu yang sudah kita gunakan untuk Tuhan? Kiranya doa Musa menjadi doa kita: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12) Kiranya Tuhan menolong kita bukan hanya memiliki hari-hari yang panjang, tetapi memiliki hari-hari yang bermakna, berguna, dan menjadi berkat. Jangan hanya menghitung umur. Hitunglah kesempatan untuk hidup bagi Tuhan.

Mari saudara yang dikasihi Tuhan, jadilah orang yang mengerti kehendak Tuhan dengan mempergunakan waktu yang ada ini dengan cara hidup yang bijaksana, yang seturut dengan kehendak Tuhan. Hari ini, mari kita bersyukur untuk waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Akhiri semua kegiatan hari ini dengan berterimakasih kepada Tuhan. Cukupkanlah 24 jam itu buat diri kita. Ambillah waktu untuk berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan. Hari esok akan menjadi hari yang lebih baik dari hari ini dan kitapun akan menjadi pribadi yang semakin bijaksana dari hari ke hari oleh karena hikmat yang dari Tuhan. Yosua

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline