Tetap Bertekun dalam Persekutuan

Tetap Bertekun dalam Persekutuan

Selasa, 22 September

Ibrani 10:23-25

————————————————————————————————————————–

Sering sekali kita mendengar atau bahkan kita sendiri mengucapkan kata tekun. Kata ini merupakan kata sifat. Biasanya diucapkan atau ditujukan kepada orang yang secara bersungguh-sungguh, giat, atau istilah yang sekarang ini banyak dipakai adalah konsisten dalam sebuah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukannya. Misalnya seorang petani yang dengan tekun dalam merawat padinya di sawah, mulai dari menanam, memberi nutrisi pada padinya secara rutin, menjaganya agar tidak terserang hama, maka akan menghasilkan panen padi yang maksimal. Dalam ketekunan itu pun seorang petani tidak melakukan pekerjaan di sawah sendirian. Kita sering melihat mereka dikala menanam padi pasti akan dilakukan oleh beberapa orang. Ada kerja sama sehingga pekerjaan jauh lebih cepat, rapi, dan mudah.

Saudara terkasih di dalam Tuhan. Suatu anugerah dan Rahmat Allah, ketika kita melihat dalam diri kita. Oleh sebab kita hadir dalam kehidupan ini menjadi bagian dalam persekutuan umat Tuhan. Kita menjadi satu dalam iman kepada Kristus, kita pun percaya dan yakin bahwa Dia setia dan Amin.

Tetapi saudara. Dalam suasana yang penuh Rahmat dan berbahagia, kita sebagai umat Tuhan juga memiliki peran yang harus kita laksanakan; yakni bersekutu bersama sesama umat Tuhan. surat Ibrani 10: 23-25, merupakan sebuah ajakan dari sang penulis agar umat  pada masa itu maupun masa kini harus bersekutu dan juga bertekun. Sama seperti pada gambaran petani di sawah. Kita sebagai umat Tuhan sudah seharusnya bertekun dalam persekutuan. Kita bukan lagi hubungan kerja sama antara satu dengan yang lain seperti gambaran petani, namun lebih daripada itu, karena kita adalah satu dalam tubuh Kristus

Mari kita perhatikan, satu persatu bacaan pada teks Alkitab ini. Ayat 23, kita lihat: Ini merupakan sebuah panggilan kepada umat untuk teguh pada pengakuan pengharapan kita, oleh sebab Tuhan kita Yesus Kristus adalah setia. Lalu kita juga perhatikan pada ayat 24, ini membicarakan tentang apa yang harus kita lakukan, sebagai umat Tuhan harus saling memerhatikan satu dengan yang lain, saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik. Kenapa harus saling memerhatikan? Karena iman kepada Kristus adalah iman yang bersekutu, bukan iman yang hanya memandang individual, itulah mengapa kita sebagai umat Tuhan ada istilah tubuh Kristus. Karena dalam tubuh pada hakikatnya seluruh organ dengan perbedaan perbedaannya bersatu, saling berkesinambungan.      

      Oleh sebab itu surat Ibrani mengajak dan memanggil kita sebagai umat Tuhan, harus saling memerhatikan dan saling mendorong satu dengan yang lain, agar kita tekun dan bersekutu.

     Dalam teks Ibrani ini kita pun pada akhirnya kita memahami bahwa sesungguhnya kita tidak boleh atau tidak bisa meninggalkan persekutuan-persekutuan ibadah di gereja, dalam persekutuan juga kita harus saling memerhatikan satu dengan yang lain. Kita pun harus saling mendorong, dalam pertumbuhan keimanan kita. (Cevin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline