Melayani, Bukan Dilayani 

Melayani, Bukan Dilayani 

Minggu, 3 Mei

( Matius 20:20-28 )

20:20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 20:21 Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” 20:22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” 20:23 Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” 20:24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. 20:25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 20:26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 20:27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Renungan hari ini membawa kita pada sebuah peristiwa yang sangat manusiawi, di mana ibu dari Yakobus dan Yohanes datang kepada Yesus untuk meminta kedudukan istimewa bagi anak-anaknya. Ia berharap agar kedua putranya bisa duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus saat Ia memerintah nanti. Permintaan ini mencerminkan ambisi yang sering kita miliki: keinginan untuk menjadi yang terhebat, dihormati, dan memiliki kuasa atas orang lain. Namun, Yesus justru memberikan jawaban yang membalikkan pemikiran dunia. Ia menjelaskan bahwa di dalam Kerajaan Allah, kehormatan tidak diukur dari jabatan, melainkan dari kesediaan untuk berkorban.

Ketika murid-murid yang lain mendengar permintaan itu, mereka menjadi marah. Kemarahan mereka menunjukkan bahwa sebenarnya mereka pun memiliki keinginan yang sama untuk menjadi yang utama. Di sinilah Yesus memberikan pengajaran yang sangat mendalam bagi kita semua. Ia mengatakan bahwa jika di dunia ini para penguasa memerintah dengan tangan besi dan senang pamer kuasa, maka di antara pengikut-Nya hal itu tidak boleh terjadi. Bagi Yesus, siapa yang ingin menjadi besar, ia harus menjadi pelayan, dan siapa yang ingin menjadi yang pertama, ia harus menjadi hamba bagi sesamanya.

Pesan ini sangat relevan bagi kehidupan kita sehari-hari, baik di dalam keluarga, tempat kerja, maupun lingkungan sosial. Sering kali kita merasa gengsi untuk melayani atau merasa rendah jika harus mengalah. Kita sering mengejar pengakuan dan ingin dilayani oleh orang lain. Namun, Yesus mengingatkan bahwa kebesaran hidup yang sejati ditemukan saat kita mau merendahkan hati untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Menjadi pelayan berarti peduli pada kebutuhan orang di sekitar kita dan tidak hanya memikirkan keuntungan diri sendiri.

Sebagai teladan utama, Yesus menutup percakapan itu dengan mengingatkan tujuan kedatangan-Nya ke dunia. Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang. Jika Sang Guru saja mau merendahkan diri sedemikian rupa, maka kita pun diajak untuk melakukan hal yang sama. Mari kita belajar untuk tidak lagi berebut tempat terdepan demi pujian, melainkan berebut kesempatan untuk menjadi berkat bagi sesama. Sebab pada akhirnya, yang paling berharga di mata Tuhan bukanlah seberapa tinggi jabatan kita, melainkan seberapa besar kasih yang kita berikan melalui pelayanan yang tulus. Amin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline