Jumat, 29 Mei
Efesus 1:3-14
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. 1:11 Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan–kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya– 1:12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. 1:13 Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Setiap manusia pasti ingin dirinya itu diterima dan berharga. Sehingga banyak orang berusaha untuk membuktikan dirinya dengan keberhasilan, pekerjaan, pelayanan, bahkan pengakuan orang lain. Tetapi ketika seseorang harus gagal atau tidak dihargai didalam kehidupannya, dia akan mulai merasa bahwa dirinya itu tidak berarti bahkan tidak berharga.
Namun melalui Efesus pasal 1, Rasul Paulus mengingatkan jemaat bahwa nilai hidup orang percaya tidak ditentukan oleh dunia, tetapi oleh Allah sendiri. Di ayat 1 Paulus memulai dengan pujian kepada Tuhan karena Allah telah memberkati kita dengan segala berkat di dalam Kristus. Berkat disini bukan kekayaan atau keberhasilan di dalam dunia, tetapi hubungan kita dengan Allah itu dipulihkan.
Paulus berkata bahwa sebelum dunia dijadikan, Allah sudah memilih kita di dalam Kristus. Artinya kasih Tuhan kepada kita bukan reaksi terhadap kebaikan kita. Bukan juga ketika kita berubah menjadi lebih baik, Tuhan mulai mengasihi kita. Tetapi disitu dikatakan bahwa sebelum kita lahir, Tuhan sudah mengenal dan merancang hidup kita. Begitu besar kasih Tuhan di dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, yang perlu kita ingat adalah kita dipilih bukan karena kita layak, tetapi karena kasih Allah yang besar.
Untuk itu, di dalam kehidupan kita seharusnya kita tidak perlu hidup dengan rasa takut ditolak oleh Tuhan. Kita tidak perlu membuktikan diri supaya kita diterima oleh Tuhan. Tetapi kita yang berdosa ini, yang tidak layak, di dalam Kristus, kita sudah diterima.Bukan hanya itu, Paulus juga menegaskan bahwa Allah mengangkat anak-anakNya. Ini menunjukkan bahwa hubungan kita dengan Allah itu sangat dekat, kita itu anakNya dan Allah itu Bapa kita.
Di ayat 7 Paulus juga menegaskan bahwa di dalam Kristus kita juga menerima penebusan melalui darah-Nya, yaitu pengampunan dosa. Kalau kita melihat di dalam kehidupan, masih banyak orang susah untuk melangkah maju karena masih memikirkan atau dibebani masa lalu. Ketika di dalam kehidupan kita banyak kesalahan, kegagalan, atau dosa lama itu sering membuat kita merasa tidak layak datang kepada Tuhan. Tetapi Firman Tuhan berkata bahwa di dalam Kristus kita telah diampuni. Dan Tuhan juga memberikan Roh Kudus sebagai jaminan keselamatan. Kehadiran Roh Kudus di dalam kehidupan kita menolong setiap kita ketika lemah, menguatkan ketika takut, dan memimpin kita menjalani hidup sesuai kehendak Tuhan.
Melalui Efesus pasal 1 kita belajar bahwa identitas orang percaya bukan berasal dari dunia, tetapi dari Allah. Kita dipilih, dikasih, diampuni, dan dipelihara oleh Tuhan. Ketika kita memahami identitas kita, maka seharusnya hidup kita tidak lagi dikuasai rasa rendah diri, tidak berharga atau ketakutan. Untuk itu, Tuhan mengingatkan kita bahwa kita itu berharga Dimata Tuhan. Mari kita menjalani hidup dengan penuh syukur, hidup sebagai anak-anak Allah yang tahu bahwa dirinya dikasihi dan tidak pernah ditinggalkan Tuhan.
