MENYIANGI

MENYIANGI

Minggu, 12 Juli 2026

Bacaan : Matius 13 : 1 – 9, 18 – 23   │   Pujian : KJ. 447

————————————————————————————————————————–

“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” (Ayat 9)

MENYIANGI

Kata menyiangi tentu tidak asing dalam dunia pertanian. Proses menyiangi ini dilakukan dengan tujuan supaya tumbuhan utama bisa tumbuh secara optimal. Penyiangan gulma pada tanaman padi sangat penting karena dapat meningkatkan hasil panen, mengurangi persaingan nutrisi, dan mencegah hama serta penyakit.

Yesus memakai perumpamaan tentang penabur dan benih kepada para pendengar-Nya. Perumpamaan ini menarik, sederhana, dan mudah dipahami. Meskipun melalui perumpamaan membuat para pendengar-Nya harus mencari makna dari perumpamaan tersebut, justru hal itu lebih menancapkan pesan yang ingin Yesus sampaikan dan membuatnya selalu diingat. Perumpaan ini berkisah tentang seorang penabur yang hendak menaburkan benih di ladangnya (Ay. 3). Benih itu menjadi sia-sia karena jatuh ke tanah yang buruk: di pinggir jalan (Ay. 4), tanah yang keras (Ay. 5), dan di tengah semak duri (Ay.7). Benih-benih yang jatuh di tanah yang buruk tidak membuahkan hasil tetapi benih yang ditanam di tanah yang baik menghasilkan buah yang banyak. Mengapa hal itu terjadi? Apakah penaburnya berbeda? Tidak, penabur di empat tempat yang berbeda itu adalah orang yang sama (Ay. 1). Lalu, apakah benihnya berbeda? Tidak, benih yang ditabur itu sama, yaitu firman Tuhan. Bila penaburnya sama dan benihnya sama, lalu apa yang membuat perbedaan? Kesuburan tanah! Faktor kesuburan tanah merupakan faktor penentu yang sangat penting. Tuhan Yesus menyebutnya sebagai ”tanah yang baik” (Ay. 8), yaitu hati yang terbuka untuk menerima firman Tuhan.

Tanah yang baik tidak akan menghasilkan apa-apa, jika tanah itu tidak ditaburi benih. Begitu pula hati yang baik tidak akan menghasilkan apa-apa jika padanya tidak ditaburi Firman Tuhan. Sebaliknya semak duri atau tumbuhan liar mudah sekali tumbuh sekalipun di tanah yang tidak subur, apalagi di tanah yang subur. Begitu juga dengan kenikmatan duniawi mudah sekali untuk tumbuh di hati kita. Karena itu, kita perlu menyiangi tanah hati kita, menghilangkan bebatuan dan semak ilalang yang ada di hati kita, sehingga tanah hati kita menjadi subur dan benih Firman Tuhan dapat tumbuh dengan baik di hati kita. Terlebih hidup kita menghasilkan buah kasih dan kebaikan yang dapat dinikmati dan dirasakan oleh orang lain di sekitar kita. Amin. [JJ].

“Sediakan tanah yang baik sehingga setiap benih Firman Tuhan dapat

tertanam dan bertumbuh di hati kita!”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline