Rabu, 2 September
Mengasihi Tuhan dengan segenap hati
Ulangan 6:4-9
————————————————————————————————————————–
Firman Tuhan dalam Ul. 6:4-9 mengingatkan kita pada satu kebenaran penting: TUHAN adalah satu-satunya Allah yang layak menerima seluruh pengabdian kita. Perintah ini dibuka dengan ajakan untuk “mendengar”—bukan sekadar mendengarkan suara, melainkan menyerap kebenaran itu ke dalam hati. Karena Allah adalah Pencipta dan Penyelamat yang setia, Dialah yang seharusnya menjadi alasan utama di balik setiap langkah kehidupan kita.
Mengasihi Tuhan “dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan” berarti memberikan seluruh diri kita tanpa menyisakan ruang untuk hal lain menjadi yang utama. Mengasihi Tuhan tidak cukup hanya di bibir atau saat beribadah saja, tetapi harus nyata dalam tindakan sehari-hari. Kasih yang sejati memengaruhi cara kita berpikir, cara kita memperlakukan orang lain, serta bagaimana kita mengambil keputusan dalam pekerjaan dan keluarga.
Namun, kasih yang mendalam ini perlu terus dijaga agar tidak pudar oleh kesibukan dunia. Firman Tuhan menasihatkan agar perintah-Nya melekat di dalam hati dan diajarkan berulang-ulang kepada generasi penerus. Kita dipanggil untuk membicarakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari—baik saat santai di rumah, dalam perjalanan, maupun sebelum tidur dan saat bangun di pagi hari. Menjadikan Firman Tuhan sebagai hiasan hidup dan pengingat di setiap sudut rumah tangga kita akan menjaga kita tetap fokus pada-Nya. Ketika kita menempatkan kasih kepada Tuhan sebagai prioritas tertinggi, hidup kita bukan hanya dipenuhi dengan rasa aman dan sukacita, tetapi juga menjadi teladan yang memberkati orang-orang di sekitar kita. Priskila
