KASIH ADALAH KEGENAPAN HUKUM TAURAT

KASIH ADALAH KEGENAPAN HUKUM TAURAT

Jumat, 4 September

KASIH ADALAH KEGENAPAN HUKUM TAURAT

(Roma 13:8-10)

————————————————————————————————————————–

In this economy, tentu ada kebutuhan mendesak dan tidak dapat dihindari sehingga memaksa banyak orang untuk mengajukan pinjaman atau berhutang kepada orang lain. Karena itu, Paulus menasihatkan supaya “janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga”. Namun hal ini bukan berarti Paulus melarang untuk berhutang bila dalam keadaan yang mendesak. Persoalannya adalah ketika kita berhutang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu, lalu tidak memiliki tanggung jawab untuk membayarnya kembali.

Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk hidup dengan jujur dan bertanggung jawab. Jika kita berhutang kepada orang lain, maka haruslah kita berusaha bertanggung jawab dengan melunasi hutang itu. Jangan sampai kita mengabaikan kewajiban kita sehingga membuat orang lain mnerasa dirugikan.

Paulus juga mengingatkan kita tentang satu “hutang” yang berbeda, yaitu “kasih”. Hutang kasih adalah hutang yang tidak pernah selesai. Mengapa demikian? Karena kasih bukanlah sesuatu yang hanya dilakukan sekali saja. Kasih adalah dasar dari kehidupan orang percaya. Ketika kita mengasihi sesama, maka kita tidak akan dengan sengaja merugikan, menipu, menyakiti, atau mengambil hak orang lain. Karena itu Paulus mengatakan bahwa kasih adalah kegenapan Hukum Taurat.

Hukum taurat mengajarkan manusia untuk hidup benar dihadapan Tuhan dan sesama. Namun semua perintah itu dirangkum menjadi satu dalam hukum kasih. Menjadi orang Kristen tidak hanya mengetahui tentang banyak aturan, tetapi bagaimana kita mewujudkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.  Orang yang mengasihi tidak akan melakukan kejahatan kepada orang lain.

Kasih itu harus terlihat dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam persekutuan, dalam pergaulan, bahkan dalam cara kita menggunakan uang dan memenuhi kewajiban kita.

Mari kita belajar untuk hidup bertanggung jawab, sederhana, dan tidak membebani orang lain dengan sikap kita. Dan lebih daripada itu, marilah kita terus membayar “hutang kasih” kita kepada sesama, karena Kristus telah lebih dahulu membayar hutang kita dengan kasih-Nya. Amin

Salomo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline