MELAYANI DENGAN KERENDAHAN HATI

MELAYANI DENGAN KERENDAHAN HATI

Jumat, 18 September

MELAYANI DENGAN KERENDAHAN HATI

Markus 10:35-45

————————————————————————————————————————–

Kalau kita mendengar kata “melayani”, apa yang langsung muncul dalam pikiran kita?Mungkin kita berpikir bahwa melayani berarti menjadi guru sekolah Minggu, menjadi pengurus gereja, menjadi pemimpin pujian, berkhotbah, menjadi panitia, atau melakukan berbagai kegiatan di gereja.Tetapi pernahkah kita berpikir bahwa melayani bukan hanya tentang apa yang kita kerjakan, tetapi juga tentang bagaimana hati kita ketika melakukannya?Kadang-kadang kita bisa melakukan banyak pelayanan, tetapi di dalam hati kita sebenarnya ingin diperhatikan. Kita ingin dihargai. Kita ingin dianggap penting. Bahkan tanpa sadar, kita bisa melayani supaya mendapatkan posisi atau pengakuan dari orang lain.

Dalam Markus 10:35-45, Yakobus dan Yohanes datang kepada Yesus dan meminta sesuatu yang sangat besar. Mereka meminta supaya kelak mereka mendapat tempat khusus dalam kemuliaan Yesus. Mereka ingin duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus.Kalau kita perhatikan, mereka sedang berbicara tentang posisi, bukan tentang pelayanan.Mereka ingin dekat dengan Yesus, tetapi pemahaman mereka tentang menjadi pengikut Yesus masih dipengaruhi oleh keinginan untuk menjadi yang terbesar.

Melalui bagian ini, Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat penting: mengikuti Yesus bukan tentang mencari posisi untuk dilayani, tetapi tentang belajar menjadi orang yang mau melayani.

Dari Markus 10:35-45, ada satu pesan utama yang perlu kita ingat:“Mengikut Yesus berarti belajar melayani, bukan mencari untuk dilayani. ”Pelayanan bukan tempat untuk menunjukkan bahwa kita lebih hebat daripada orang lain. Pelayanan bukan tempat untuk mencari popularitas. Pelayanan juga bukan tempat untuk mendapatkan pengakuan.Pelayanan adalah kesempatan untuk menunjukkan kasih Kristus melalui hidup kita.Karena itu, jangan takut melakukan pelayanan yang sederhana. Jangan merasa bahwa pelayanan kita tidak berarti hanya karena tidak banyak orang yang melihat.Mungkin manusia tidak melihat, tetapi Tuhan melihat hati kita.

Mari kita belajar dari Yesus.Ketika kita mendapatkan kesempatan untuk melayani, lakukanlah dengan rendah hati. Ketika kita tidak mendapatkan posisi yang kita inginkan, tetaplah melayani. Ketika orang lain mendapatkan penghargaan, jangan merasa tersaingi. Ketika pelayanan kita tidak dilihat atau dipuji, jangan berhenti melakukan yang baik. Sebab kita tidak melayani supaya manusia melihat kita. Kita melayani karena terlebih dahulu Kristus telah melayani dan mengasihi kita. Kiranya melalui kehidupan kita, orang lain tidak hanya melihat kemampuan kita, tetapi juga dapat melihat kerendahan hati dan kasih Kristus dalam diri kita. “Jangan mencari tempat untuk menjadi yang terbesar, tetapi carilah kesempatan untuk menjadi berkat.” Amin. Jesica

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline