Setia Sampai Akhir

Setia Sampai Akhir

Jumat, 25 September 2026
Setia Sampai Akhir
Wahyu 2:8-11

————————————————————————————————————————–

Seorang pelari maraton yang mengalami kram di pertengahan jalur lintasan seringkali dihadapkan pada pilihan sulit yaitu menyerah atau lanjut. Rasa sakit pada ototnya begitu nyata, tenaganya terkuras habis, dan garis finish terasa sangat jauh. Namun, pelari sejati memahami sebuah kebenaran sederhana bahwa medali dan penghormatan tidak pernah diberikan kepada mereka yang hanya memulai dengan cepat atau berlari indah di awal, melainkan kepada mereka yang bertahan menembus batas rasa sakit dan menyentuh garis finish.

Surat kepada jemaat di Smirna adalah satu dari sedikit surat di kitab Wahyu yang tidak memuat teguran sama sekali dari Tuhan Yesus. Jemaat Smirna hidup di tengah kota yang kaya dan megah, namun mereka sendiri mengalami penderitaan fisik dan kemiskinan yang ekstrim karena iman mereka. Menjadi pengikut Kristus di Smirna berarti siap dikucilkan secara ekonomi dan dihambat secara sosial.

Tuhan Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai “Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali”. Ini adalah penghiburan teologis yang sangat kuat yang berarti Yesus sudah mengalahkan penderitaan dan kematian yang paling buruk, sehingga apa pun yang menimpa jemaat tidak akan pernah melebihi kemenangan Kristus. Kristus tidak berjanji bahwa kesulitan mereka akan langsung lenyap, melainkan memberi perintah dan janji kekal: “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

Ujian kesetiaan kita hari ini mungkin tidak selalu dalam bentuk penganiayaan fisik, melainkan tekanan hidup sehari-hari antara lain kejujuran yang diuji di tempat kerja, masalah keuangan yang berkepanjangan, kekecewaan dalam relasi, atau doa-doa yang seolah belum dijawab. Sangat mudah untuk kompromi dan mengambil jalan pintas saat kita merasa terdesak. Namun, penderitaan di dunia ini memiliki batas waktu, sedangkan upah kesetiaan di dalam Kristus bersifat kekal. Tetaplah berbuat baik meski tidak dihargai, tetaplah jujur walau orang lain curang, dan tetaplah memegang iman di tengah badai. Kesetiaan kecil yang kita jaga hari ini adalah langkah kaki yang membawa kita menuju garis finish kekekalan.  Alvin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline