Memelihara Karunia Allah

Memelihara Karunia Allah

Senin, 14 September

Memelihara Karunia Allah

Karena yang paling penting dalam hidup bukan hanya menemukan apa yang kita cari, tetapi menemukan Tuhan dan tetap hidup dekat dengan Tuhan.

1 Timotius 1:6-14

————————————————————————————————————————–

            Setiap kita pasti memiliki sesuatu yang Tuhan percayakan. Ada yang pandai berbicara, bisa mengajar, bernyanyi, memimpin, bekerja dengan baik, menolong orang lain, atau juga memiliki hati yang peduli kepada sesama. Mungkin kita menganggap kemampuan itu biasa saja. Tetapi dimata Tuhan, apa yang kita miliki itu dapat menjadi alat untuk melakukan pekerjaan Tuhan.

            Paulus mengingatkan Timotius di dalam ayat 6 disitu dikatakan “Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu.” Timotius sudah menerima karunia dari Tuhan. Tetapi Paulus kembali mengingatkan untuk mengobarkan karunia tersebut. Mengapa? Karena sesuatu yang sudah diberikan Tuhan tidak otomatis akan terus menyala. Oleh karena itu, karunia perlu dipelihara dan digunakan. Seperti sebuah api yang menyala. Api itu perlu dijaga. Kalau tidak diperhatikan, apinya bisa mengecil dan akhirnya padam. Begitu juga dengan kehidupan dan karunia Tuhan yang sudah diberikan kepada kita. Kalau tidak digunakan, semangat kita bisa menurun. Dan kalau terlalu lama tidak dipakai, kita bisa mulai merasa malas; takut; atau kehilangan keberanian.

            Mungkin kita pernah takut untuk menggunakan apa yang Tuhan berikan. Kita takut salah, takut dinilai orang, atau merasa tidak sehebat orang lain. Tetapi di ayat 7 disitu mengingatkan kita bahwa Allah memberikan kepada kita roh yang membangkitkan ketakutan, kasih, dan ketertiban, bukan roh ketakutan.

Paulus sendiri juga tetap setia meskipun menghadapi banyak kesulitan. Dalam ayat 12 ia berkata, “Aku tahu kepada siapa aku percaya. Ini seharusnya menjadi dasar bagi kita. Kita mungkin tidak selalu melihat hasil dari apa yang kita lakukan, tetapi kita percaya bahwa Tuhan dapat memakai setiap pelayanan kita.

            Oleh karena itu, hari ini firman Tuhan mengingatkan kita untuk kembali mengobarkan karunia yang telah Tuhan berikan. Jangan anggap kecil apa yang Tuhan percayakan. Kemampuan mengajar, bernyanyi, menolong, mendengarkan, bekerja, maupun melayani dengan sederhana dapat dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Dan mari kita tidak hanya menerima karunia Allah, tetapi juga memelihara, mengembangkan, dan menggunakannya dengan setia. Stefany

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline