TETAPLAH SETIA

TETAPLAH SETIA

Rabu, 20 Mei

1 Korintus 3:6

3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. 3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. 3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Manusia seringkali diperhadapkan dengan pertanyaan “apa yang sudah kita lakukan untuk menghasilkan sesuatu?”. Pertanyaan ini terdengar sederhana, namun secara tidak langsung dapat membebani hati dan pikiran kita. Mungkin saja kita sudah berusaha kerja keras, melayani, menolong orang lain, berusaha menjadi pribadi yang baik, bahkan setia dalam iman. Namun apakah itu semua dapat membawa perubahan atau menghasilkan sesuatu? Atau justru tidak membawa perubahan yang berarti?

Paulus memberikan sebuah metafora yang menenangkan sekaligus meneguhkan “Aku menanam. Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan”. Metafora ini sangat sederhana sekali, tetapi memiliki makna yang mendalam. Paulus tidak pernah menganggap dirinya sebagai sumber keberhasilan dari pelayanan. Dia sangat menyadari bahwa dirinya itu hanya seorang penanam, dan Apolos yang dikenal pandai dalam berbicara dan mengajar, hanyalah seorang penyiram. Ini menunjukkan pelayanan, pengajaran dan usaha dari Paulus dan Apolos dalam mewartakan Injil Yesus Kristus. Namun peran keduanya  itu tidak dapat menggantikan peran Allah sebagai pemberi pertumbuhan. Hasil atau perubahan itu terjadi karena Allah turut mengambil bagian dalam pelayanan mereka.

Menanam bukanlah pekerjaan yang mudah, dibutuhkan kesabaran dalam merawat benih yang ditanam itu. Begitu juga dengan menyiram, harus dilakukan berulang kali dengan setia dan konsisten, agar benih yang sudah ditanam itu dapat bertahan dan tumbuh dengan baik. Sama halnya dengan kehidupan kita, dalam melakukan pekerjaan, sering kali kita terjebak dengan mengukur sesuatu dari hasil yang terlihat. Kita ingin melihat perubahan terjadi dengan cepat, kita ingin melihat hasil yang nyata. Namun ketika itu tidak terjadi, kita kecewa, meregukan diri sendiri, bahkan kita meragukan Tuhan.

Namun Rasul Paulus mengingatkan kita, bahwa sebagai rekan sekereja Allah, kita dipanggil untuk menyenangkan hati Tuhan melalui setiap pekerjaan yang kita lakukan dengan setia. Bukan dipanggil untuk bekerja mencari pujian manusia melalui hasil yang nyata. Bukan hasil yang Allah lihat, tetapi jerih payah kita. Tuhan melihat sekecil apapun usaha kita, asalkan itu dilakukan dengan motivasi yang benar dan setia, tentu tidak ada yang sia-sia di mata-Nya.

Jangan berkecil hati, jika kerja dan layan yang kita lakukan belum membuahkan hasil. Tetaplah setia menanam dengan menabur kebaikan, mengasihi sesama, mengampuni yang bersalah, dan memberitakan injil Yesus Kristus kepada orang lain. Bertekunlah dalam menyiram dengan terus mendoakan, mendukung, menguatkan dan hadir dalam kehidupan sesama yang membutuhkan. Dan serahkanlah semua kerja keras, semua pelayanan, semua pengorbanan yang telah kita lakukan, kita letakkan di tangan-Nya, biarlah Tuhan sendiri yang memberi pertumbuhan. Amin!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline