DULU MATI, SEKARANG HIDUP

DULU MATI, SEKARANG HIDUP

Sabtu, 30 Mei

Efesus 2:1-10

2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan– 2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, di dalam kehidupan kita pastinya ingin mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Sehingga kita akan mengusahakan segala cara, ada yang memperbaiki kebiasaan, memperdalam kehidupan rohani, atau banyak melakukan banyak kebaikan supaya merasa lebih dekat dengan Tuhan. Tetapi di dalam Efesus 2 menunjukkan bahwa perubahan sejati bukan berasal dari usaha manusia, tetapi dari karya Allah. Kalau kita melihat disitu Rasul Paulus menggambarkan keadaan manusia tanpa Kristus yaitu sebagai mati karena pelanggaran dan dosa. Artinya secara fisik manusia hidup, tetapi secara rohani terpisah dari Allah. Kenapa terpisah? Karena dosa: manusia lebih suka mengikuti arus dunia, mengikuti keinginan diri sendiri, dan hidup tanpa arah.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, ini merupakan gambaran bagaimana kondisi manusia sebelum mengenal Tuhan. Kita tidak mampu menghidupkan diri sendiri. Seperti orang mati tidak akan bangkit dengan kekuatannya sendiri, demikian juga manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya dari dosa.

Di ayat 4 disitu dikatakan “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita” Ini menunjukkan bahwa ketika manusia tidak berdaya, Allah bertindak. Karena kasih Allah yang besar, Tuhan tidak membiarkan manusia tetap mengalami kematian rohani. Melalui Yesus Kristus, Allah menghidupkan kembali manusia yang mati dalam dosa. Hidup baru yang kita terima itu bukan karena usaha, prestasi, atau kebaikan manusia.

Paulus menegaskan bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman. Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, tidak ada seorang pun yang menyombongkan diri, karena semuanya itu berasa dari kasih Allah. Dan Paulus juga mengatakan bahwa kita adalah ciptaan Allah, diciptakan kembali di dalam Kristus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah Tuhan siapkan. Artinya, Tuhan memberi hidup baru supaya kita menjalani hidup baru. Ketika kita sudah hidup barumakan seharusnya kita mulai berubah dalam cara berpikir, berkata, dan bertindak. Tuhan rindu kita hidup benar, mengasihi sesama, mengampuni, dan menjadi berkat. Perbuatan baik bukan syarat keselamatan, tetapi buah dari hidup yang telah diperbarui Tuhan.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, melalui Efesus 2, kita diingatkan bahwa dahulu kita mati secara rohani, tetapi sekarang kita hidup oleh kasih karunia Allah. Seharusnya kita tidak lagi terikat oleh masa lalu, kerena Tuhan telah memberi kehidupan yang baru. Untuk itu, kita yang  sudah menjadi manusia baru, mari kita hidup dengar rasa syukur kepada Tuhan, berjalan dalam iman, dan memuliakan Tuhan melalui kehidupan kita. Sebab di dalam Kristus, dulu kita mati, tetapi sekarang kita hidup.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline