Minggu, 31 Mei
Efesus 5:1-21
Hidup sebagai anak-anak terang5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. 5:3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. 5:6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 5:7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. 5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. 5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 5:12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 5:13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. 5:14 Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” 5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 5:21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
–
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, kalau kita melihat dunia saat ini banyak sekali pengaruhnya dari yang baik dan yang buruk. Setiap hari kita melihat, mendengar, dan mengalami banyak hal yang bisa membuat cara berpikir dan cara hidup kita. Tetapi tanpa kita sadari, manusia sering mengikuti kebiasaan dunia: hidup hanya untuk diri sendiri, mencari kesenangan sesaat, dan kadang-kadang juga mengabaikan kehendak Tuhan. Melalui Efesus 5:1-21, Rasul Paulus mengingatkan setiap kita bagaimana supaya hidup kita bukan mengikuti kebiasaan dunia tetapi mencerminkan anak-anak terang.
Di ayat 1 disitu berkata “Jadilah penurut-penurut Allah seperti anak-anak yang kekasih.” Artinya kehidupan orang percaya bukan sekedar menjalani aturan agama, tetapi meneladani karakter Allah di dalam kehidupan. Ketika seseorang menyadari dirinya itu dikasihi Tuhan, maka akan terdorong untuk hidup menyenangkan hati Tuhan. Paulus menekankan bahwa hidup orang percaya harus ditandai dengan kasih. Mengapa? Karena Kristus sudah mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya untuk kita. Untuk itu, kasih itu bukan kata-kata, tetapi sikap hidup kita. Mengasihi berarti rela mengampuni, sabar terhadap sesama, tidak benci terhadap orang lain, dan memilih melakukan yang benar.
Paulus juga mengingatkan bahwa sebagai anak Tuhan berarti harus meninggalkan cara hidup lama. Paulus menasehati jemaat supaya tidak hidup dalam percabulan, keserakahan, perkataan kotor, atau sikap yang tidak mencerminkan kehidupan baru. Mengapa? Karena itu adalah bagian dari kehidupan lama yang tidak sesuai dengan identitas kita sebagai anak-anak terang.
Di ayat 8, Paulus menggambarkan bahwa dahulu kita adalah kegelapan, tetapi sekarang kita adalah terang di dalam Tuhan. Terang itu sangat berbeda dengan gelap. Terang itu membawa kejelasan, kehidupan, dan kebenaran. Begitu juga dengan orang percaya dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak terang melalui perkataan, sikap, dan keputusan hidup sehari-hari.
Hidup dalam terang berarti berani memilih yang benar sekalipun tidak populer. Dunia mungkin menganggap kejujuran sebagai kelemahan, kerendahan hati sebagai kekalahan, dan kesucian hidup sebagai sesuatu yang kuno. Tetapi Firman Tuhan mengingatkan bahwa kehidupan yang berkenan kepada Allah selalu menghasilkan buah kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Efesus 5:1-21 mengingatkan kita bahwa menjadi orang percaya bukan hanya soal status iman, tetapi cara hidup yang nyata. Kita dipanggil untuk hidup dalam kasih, berjalan dalam terang, dan menjalani hidup dengan hikmat Tuhan.
Untuk itu, hari ini Tuhan mengajak kita bertanya kepada diri sendiri: apakah hidup kita sudah memancarkan terang Kristus? Apakah orang lain dapat melihat kasih Tuhan melalui sikap dan perkataan kita.
