Kamis, 24 September
Mengenakan Perlengkapan Senjata Allah
Efesus 6:10-18
————————————————————————————————————————–
Sebagian dari kita pasti pernah menyaksikan film kolosal. Baik dari dunia barat, maupun timur. Atau film perang, biasanya film kolosal atau film perang masuk dalam kategori film besar. Karena memiliki latar belakang yang lebih luas, memerlukan banyak pemeran, dan berdurasi dua jam atau bahkan lebih dari tiga jam. Film kolosal ini biasanya mengangkat cerita legenda maupun dongeng dari novel-novel besar, dan pastinya sangat seru filmnya. Biasanya peminatnya anak-anak kecil, remaja bahkan beberapa orang dewasa, karena penuh dengan aksi pertarungan, peperangan munculnya tokoh-tokoh pendekar dengan alutsistanya yang luar biasa hebatnya. Dan yang paling menjadi perhatian adalah perlengkapan perangnya sehingga dapat kita lihat di masa kini muncul istilah cosplayatau pelakunya disebut cosplayer , yang mana mereka mencoba berdandan mengikuti karakter-karakter yang ada di film kolosal. Ada yang mengikuti karakter seorang samurai atau kesatria, mereka mengenakan baju zirah, membawa pedang sintetis, lalu mengenakan ketopong di kepalanya. Atau mungkin di era saat ini mengenakan kostum tentara ala militer dan membawa senapan mainan, memang sangat menarik untuk diikuti dari film-film bergenre perang.
Saudara yang terkasih dalam Tuhan. Yang menarik adalah, dalam bacaan kita kali ini adalah soal mengenakan perlengkapan senjata Allah. Dalam bacaan kita kali ini kita mulai dari ayat 10, dikatakan supaya kita kuat dalam Tuhan. Di dalam kuasa-Nya, ayat 11, kenakanlah perlengkapan senjata Allah, untuk melawan tipu daya iblis. Seperti halnya seorang prajurit tentara dalam film-film kolosal di atas, mereka mengenakan baju zirah, membawa pedang, membawa tameng atau perisai, kepalanya memakai ketopong, dan sebagainya. Tetapi saudara yang membedakan bagi kita adalah, dalam film-film kolosal atau dalam keadaan peperangan yang nyata di dunia ini, mereka berperang melawan manusia, melawan sesama manusia yang berbeda keberpihakannya. Kita, umat Tuhan, bukan melawan tubuh fisik, atau manusia jasmani. Kita berperang melawan yang tidak terlihat. Bukan hantu, jin, atau makhluk astral, tetapi tipu daya iblis.
Tipu daya iblis yang dipahami dalam hal ini, bukan tentang makhluk astral seperti yang sering diungkapkan seperti karakter- karakter yang sering disebut seperti Lucifer dan kawan-kawannya. Tetapi soal apa yang ada dalam kehidupan kita, dalam surat Yohanes disebut sebagai keinginan daging. Lalu apa saja yang menjadi keinginan daging itu? Dalam sepuluh hukum Tuhan, mengatakan seperti menginginkan harta orang lain, iri hati, menginginkan istri orang lain dan sebagainya. Terutama dalam masa sekarang yang mana kehidupan manusia begitu dipermudah. Kemajuan teknologi informasi, kemajuan dunia ini seseorang dengan mudah untuk saling bersaing menunjukkan kemampuan satu sama lain. Tetangga punya mobil, lalu karena keinginan untuk memilikinya juga maka orang mudah melakukan apa saja untuk mendapatkannya, melalui judi online, melalui pinjol dan sebagainya, sehingga pada waktunya menjadi hancur karena dihadapkan pada para penagih hutang, akhirnya bisa jadi hancur.
Oleh sebab itu saudara. Ayat 13-18, menunjukkan segala perlengkapan senjata Allah yang seharusnya kita kenakan untuk, menghadapi segala tipu daya iblis itu. Supaya kita bisa menjaga diri kita sendiri, supaya kita juga tetap dalam keadaan yang Kudus dan menjaga keimanan kita. Cevin
