JANGANLAH GELISAH HATIMU

JANGANLAH GELISAH HATIMU

Selasa, 29 september

JANGANLAH GELISAH HATIMU

Yohanes 14:1-6

————————————————————————————————————————–

Setiap orang pernah mengalami kegelisahan. Ada saat ketika kita gelisah memikirkan masa depan, pekerjaan, keluarga, kesehatan, pendidikan, ekonomi, maupun pergumulan yang belum menemukan jalan keluar. Kegelisahan sering membuat kita kehilangan ketenangan dan melihat masalah seolah-olah lebih besar daripada pertolongan Tuhan. Yohanes 14:1–6 disampaikan Yesus kepada murid-murid-Nya dalam situasi yang tidak mudah. Yesus sedang berbicara tentang kepergian-Nya, sehingga hati para murid dipenuhi kekhawatiran dan kebingungan. Namun di tengah keadaan tersebut Yesus memberikan penghiburan: “Janganlah gelisah hatimu.” Perkataan ini bukan berarti bahwa orang percaya tidak boleh mengalami masalah atau kesedihan. Yesus mengajarkan bahwa di tengah masalah sekalipun, kita tidak perlu dikuasai oleh kegelisahan, karena kita mempunyai Allah yang dapat dipercaya dan Tuhan Yesus yang menyertai perjalanan hidup kita.

  1. Jangan Gelisah, Karena Kita Dapat Mempercayai Tuhan

“Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yohanes 14:1)

Dasar pertama untuk menghadapi kegelisahan adalah percaya kepada Tuhan. Yesus tidak mengatakan bahwa hidup akan selalu mudah. Sebaliknya, Yesus mengajarkan agar ketika keadaan sulit datang, hati kita tetap memiliki tempat untuk bersandar. Sering kali kegelisahan muncul karena kita berusaha mengendalikan segala sesuatu dengan kekuatan sendiri. Kita memikirkan apa yang belum terjadi, takut terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi, dan akhirnya kehilangan damai sejahtera. Yesus mengingatkan kita untuk percaya. Percaya berarti menyerahkan hidup kepada Tuhan dan meyakini bahwa Tuhan tetap bekerja sekalipun kita belum melihat jalan keluarnya. Masalah boleh ada, tetapi masalah tidak boleh mengambil tempat Tuhan di dalam hati kita.

  • Jangan Gelisah, Karena Tuhan Sudah Menyediakan Tempat bagi Kita

Dalam Yohanes 14:2, Yesus memberikan pengharapan kepada murid-murid-Nya bahwa kepergian-Nya bukanlah akhir. Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi mereka. Ini menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya berada dalam pemeliharaan dan tujuan Allah. Kita sering gelisah karena terlalu fokus kepada keadaan hari ini. Kita melihat masalah yang sedang terjadi, tetapi lupa bahwa Tuhan sudah mempersiapkan masa depan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Janji Yesus memberikan kepastian bahwa kehidupan kita tidak berjalan tanpa arah. Ada rumah Bapa, ada tempat yang Tuhan sediakan, dan ada masa depan bersama-Nya. Karena itu, sekalipun perjalanan hidup kita penuh ketidakpastian, masa depan bersama Tuhan adalah sesuatu yang pasti.

  • Jangan Gelisah, Karena Yesus Adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

Ketika Tomas bertanya tentang jalan menuju tempat yang dituju Yesus, Tuhan memberikan jawaban yang sangat jelas: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Yesus tidak hanya menunjukkan jalan; Yesus sendiri adalah jalan itu. Ketika kita bingung menentukan arah kehidupan, kita dapat datang kepada Kristus. Ketika kita menghadapi banyak suara dan kebingungan, kita dapat berpegang pada kebenaran-Nya. Ketika hati kita lemah dan kehilangan harapan, kita dapat menemukan kehidupan di dalam Dia. Karena itu, menghadapi masa depan tidak harus membuat kita takut. Kita mungkin tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok, tetapi kita mengetahui siapa yang memegang hari esok. Selama kita berjalan bersama Kristus, kita tidak berjalan sendirian.

Mungkin hari ini kita sedang menghadapi pergumulan yang membuat hati gelisah. Kita mungkin belum mengetahui bagaimana masalah itu akan selesai. Namun Tuhan mengingatkan kita: “Janganlah gelisah hatimu.” Bukan karena masalah kita kecil, tetapi karena Tuhan kita jauh lebih besar daripada masalah kita. Mari belajar menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan, mempercayai janji-Nya, dan terus berjalan bersama Kristus. Kita tidak mengetahui seluruh jalan di depan kita, tetapi kita tahu siapa yang berjalan bersama kita.Gabriel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline