Rabu, 30 September
MELAYANI KRISTUS MELALUI SESAMA
Matius 25:31-46
————————————————————————————————————————–
Dalam Matius 25:31–46, Yesus memberikan gambaran tentang penghakiman terakhir. Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan memisahkan manusia seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Yang menjadi perhatian utama bukanlah seberapa banyak seseorang berbicara tentang iman, tetapi bagaimana iman itu diwujudkan melalui tindakan nyata kepada sesama.
Yesus berkata, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40). Perkataan ini menunjukkan bahwa bagi Kristus, pelayanan kepada sesama tidak pernah menjadi sesuatu yang kecil. Ketika kita menolong orang yang membutuhkan, memberi perhatian kepada yang kesepian, menguatkan yang lemah, dan hadir bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan, sesungguhnya kita sedang melayani Kristus sendiri.
- Melayani Kristus berarti peduli terhadap mereka yang membutuhkan
“Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum…” (Matius 25:35).
Yesus menunjukkan bahwa kebutuhan manusia di sekitar kita adalah kesempatan untuk menyatakan kasih Allah. Pelayanan tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar. Memberikan makanan kepada orang yang lapar, membantu orang yang mengalami kesulitan, atau memberikan perhatian kepada seseorang yang sedang menghadapi pergumulan merupakan bentuk pelayanan yang berharga di hadapan Tuhan. Karena itu, orang percaya tidak boleh hidup hanya memikirkan dirinya sendiri. Iman kepada Kristus harus membuat hati kita peka terhadap keadaan orang lain. Jangan sampai kita begitu sibuk dengan kehidupan sendiri sehingga tidak melihat orang yang membutuhkan pertolongan di sekitar kita.
- Melayani Kristus berarti hadir bagi mereka yang lemah dan tersisih
“Aku sakit, kamu melawat Aku; Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku” (Matius 25:36).
Yesus memberikan perhatian khusus kepada mereka yang berada dalam keadaan sulit, sakit, terasing, dan membutuhkan penguatan. Ini mengingatkan kita bahwa pelayanan bukan hanya tentang memberikan sesuatu, tetapi juga tentang kehadiran dan kepedulian.Terkadang seseorang tidak membutuhkan banyak nasihat. Ia hanya membutuhkan seseorang yang mau datang, mendengarkan, menguatkan, dan berjalan bersamanya. Ketika kita hadir bagi orang yang sedang lemah, kita sedang menghadirkan kasih Kristus melalui kehidupan kita.
- Melayani sesama adalah wujud nyata kasih kepada Kristus
“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40).
Inilah inti dari bagian ini. Yesus menyamakan pelayanan kepada sesama dengan pelayanan kepada diri-Nya sendiri. Artinya, kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Kristus tetapi pada saat yang sama menutup mata terhadap kebutuhan orang lain. Melayani Kristus tidak hanya dilakukan di gereja, tetapi juga di rumah, tempat kerja, sekolah, lingkungan masyarakat, dan di mana pun Tuhan menempatkan kita. Setiap kesempatan untuk berbuat baik adalah kesempatan untuk melayani Kristus.
Matius 25:31–46 mengajak kita untuk memeriksa kembali kehidupan iman kita. Jangan hanya menjadi orang yang tahu tentang Kristus, tetapi jadilah orang yang menghadirkan kasih Kristus. Jangan hanya melihat kebutuhan sesama, tetapi berani bertindak. Melayani Kristus berarti melayani sesama. Ketika kita mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan, memberikan perhatian kepada yang terlupakan, dan hadir bagi mereka yang sedang menderita, kita sedang melakukan sesuatu bagi Kristus. Karena itu, marilah kita menjadikan kasih bukan hanya sebagai perkataan, tetapi sebagai tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Gabriel
