Kamis, 26 Maret 2026
Bacaan : Filipi 1 : 1 – 11 | Pujian : KJ. 432
–
“Mengenai hal ini aku yakin bahwa Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai akhirnya selesai pada hari Kristus Yesus.” (Ayat 6)
MENERUSKAN IMAN
“Kamu ada di dalam hatiku,” ketika kita mendengar kata ini dari seseorang, apa yang saudara rasakan? Mungkin ada yang merasa dicintai, senang, atau bahkan bertanya-tanya “kenapa?”. Kalau itu dikembalikan kepada diri kita sendiri, seseorang ada di dalam hati kita tentu dengan alasan tertentu. Begitu juga dengan jemaat Filipi yang ada di dalam hati Paulus karena ada alasannya.
Surat Filipi dikenal sebagai surat penjara, karena ditulis pada saat Paulus sedang dipenjara di Roma. Situasi dan kondisi Paulus ketika menulis surat ini sedang tidak baik-baik saja. Tetapi dinding penjara tidak bisa menghentikan semangatnya untuk mengabarkan Injil Kristus, karena imannya. Surat Filipi dibuka dengan ucapan syukur Paulus setiap kali mengingat jemaat Filipi. Hal ini dikarenakan jemaat Filipi mengambil bagian secara aktif dalam pemberitaan Injil yang dilakukan Paulus. Mereka berkomitmen untuk ikut membantu pelayanan Paulus, memberi dukungan doa dan dana kepada Paulus supaya berita Injil tersebarluaskan. Jadi jemaat Filipi tidak menerima pengajaran Firman Tuhan secara pasif, tetapi mereka aktif untuk ikut mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan. Kesaksian hidup Paulus menjadi teladan yang menguatkan dan meneguhkan iman banyak orang. Bahkan Paulus menularkan semangat dan keberaniannya untuk terus berkata-kata tentang firman Allah kepada Jemaat Filipi.
Sungguh menjadi teladan yang luar biasa, jika kakek-nenek dan orang tua dapat menjadi teladan iman yang baik kepada anak-anaknya. Sebagai orang tua, salah satu tujuan kita adalah mengajarkan anak-anak kita melihat bahwa hubungan kita dengan Tuhan merupakan hal yang penting dalam kehidupan umat Tuhan. Bayangkan ketika anak-anak kita dapat melihat iman kita yang sejati, maka pertumbuhan rohani mereka pun akan berkembang dengan baik. Tetapi prinsipnya adalah perubahan yang bertahan lama, lahir dari inspirasi, bukan paksaan. Mahatma Gandhi pernah berpesan, “Anda harus menjadi perubahan yang ingin anda lihat di dunia.” Maka strategi efektif untuk memengaruhi orang lain adalah menjadi teladan. Mari menjadi teladan iman bagi orang d isekitar kita, kita nyatakan karya kasih Allah melalui kesaksian hidup kita yang memuliakan Allah. Amin. [66].
“Iman diteruskan melalui teladan.”
