Kekuatan dari Keheningan

Kekuatan dari Keheningan

Selasa, 5 Mei

Markus 1:35

1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. 1:36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; 1:37 waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” 1:38 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” 1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Di zaman modern kita mengenal sebuah gaya hidup Hustle Culture. Secara, garis besar Hustle Culture adalah budaya gaya hidup yang “gila”kerja yang memprioritaskan produktivitas ekstream. Di mana seseorang merasa harus bekerja keras tanpa henti untuk mencapai kesuksesan. Memang budaya ini bukanlah hal baru di zaman ini, karena Hustle Culture, memiliki akar dari era Revolusi Industri dengan istilah Workaholic. Budaya ini, menjadi momok bagi orang-orang percaya saat ini. Bukan berarti, sebagai orang percaya tidak perlu memerhatikan pekerjaan, memerhatikan tanggung jawab sebagai manusia. Namun, ada satu kebutuhan dasar sebagai orang percaya yang sering terabaikan, yakni waktu untuk berdiam diri bersama Tuhan.

Dalam Markus 1:35 mencatat bahwa di pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap. Yesus bangun dan pergi ke tempat yang hening untuk berdoa. Meskipun, pelayanan di dunia sangat padat, Ia tetap memprioritaskan relasi Pribadi-Nya dengan Bapa. Ia tidak menunggu waktu luang, tetapi dengan sengaja menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Bapa. Dengan hal ini, Yesus menjadi teladan  dalam kemanusiaan-Nya. Ia  memahami, dan mengerti maksud dan tujuan Allah dalam kehidupan-Nya di dunia. Akan tetapi, dari relasi Pribadi-Nya dengan Bapa, Ia mendapatkan kekuatan, arah, dan keteguhan dalam ia menjalani panggilan-Nya di dunia.

Dari bacaan saat ini, kita diundang untuk menata prioritas hidup kita. Di tengah budaya Hustle Culture di dunia saat-saat ini, tidak membuat kita tidak memiliki Relasi intim dengan Allah. Tetapi, seperti Yesus yang sudah memberikan teladan bagi umat-Nya, terus menyiapkan waktu agar tetap dikuatkan, memiliki arah, dan keteguhan dalam mejalani hidup dan kehidupan. Mari, sebagai orang percaya, mulai dengan langkah sederhana, bangun lebih pagi dan menyiapkan wakttu untuk berdoa dan merenunkan Firman Tuhan. Karena, dalam keheningan bersama Allah, kita mendapatkan kekuatan baru untuk menjalani kehidupan sebagai orang percaya, terlebih mendapatkan kebijaksanaan dalam menghadapi setiap pergumulan hidup sesehari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline