Selasa, 26 Mei
Galatia 5:19-21
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
–
Firman Tuhan hari ini tidak hanya mengajak kita membedakan keduanya, tetapi mengenali dengan jelas apa yang berasal dari daging dan apa yang berasal dari Roh. Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Galatia karena mereka mulai tersesat bukan hanya dalam ajaran, tetapi juga dalam kehidupan. Mereka mulai kembali kepada cara hidup lama, yaitu hidup menurut keinginan daging.
Karena itu, dalam Galatia 5:19–21, Paulus dengan tegas menyebutkan daftar perbuatan daging. Ini bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membuka mata kita agar kita sadar dan bertobat. Paulus menyebut “perbuatan daging” sebagai sesuatu yang nyata (jelas). Artinya, dosa itu tidak samar ia bisa dikenali. Daftar tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian; Dosa Moral percabulan, kecemaran dan hawa nafsu, ini berkaitan dengan ketidakmurnian hidup, khususnya dalam hal seksual dan pikiran. Dunia hari ini sering menganggap ini hal biasa, tetapi Tuhan tetap menyebutnya dosa. Selain itu dosa juga di gambarkan rusaknya hubungan manusia dengan Allah seperti penyembahan berhala. Ini menunjukkan hati yang tidak lagi mengandalkan Tuhan, tetapi mencari kuasa lain. Paulus memberikan peringatan keras menutup dengan kalimat yang sangat serius: “Barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Ini bukan sekadar peringatan ringan—ini adalah peringatan kekal. Perbuatan Daging itu nyata dan mengikat, kita tidak dapat mengatakan dosa tidak selalu terlihat “besar”. Kadang dosa dimulai dari hal kecil: iri hati, tersinggung, marah yang dipelihara. Namun jika dibiarkan, itu akan menguasai hidup kita. Perbuatan daging itu seperti rantai—awalnya longgar, tetapi lama-lama mengikat dan memperbudak.Perbuatan daging merusak relasi antara hubungan manusia dengan Tuhan merusak hubungan dengan sesama (perselisihan, iri hati) dan bahkan merusak diri sendiri (hawa nafsu, kemabukan. Dosa tidak pernah berdiri sendiri—ia selalu membawa kerusakan.
Lalu bagaimana cara kita menyangkal semua perbuatan dosa tersebut dan hidup kudus.? Tuhan memberikan perintah dalam Galatia 5:19-21. Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya “Hiduplah menurut Roh bukan menurut daging”. Kita harus belajar untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus ini adalah kunci agar kita dapat menang dari keinginan daging. Melalui usaha Tuhan bukan usaha kita sendiri, melalui hidup dekat dengan Tuhan, berdoa membaca firman dan merenungkan Firman Tuhan dan peka terhadap suara Roh Kudus, karena hanya Roh Kudus yang mampu mengalahkan keinginan daging. Bangun Kehidupan yang Kudus kekudusan bukan pilihan tetapi ini adalah ciri-ciri orang yang hidup dalam Kristus. Mulailah dari hal sederhana seperti menjaga pikiran, menjaga perkataan, dan menjaga sikap. Saudara-saudari, Galatia 5:19–21 adalah cermin rohani bagi kita. Firman Tuhan hari ini mengingatkan, perbuatan daging itu nyata, perbuatan daging itu merusak perbuatan daging itu berbahaya bagi keselamatan karena itu, mari kita meninggalkan hidup lama dan bertobat dengan sungguh-sungguh sehingga kehidupan dipimpin oleh Roh Kudus sehingga hidup kita tidak lagi dikuasai daging, tetapi menjadi hidup yang berkenan kepada Tuhan. Mari kita bertanya dalam hati: Apakah saya masih hidup dalam daging, atau sudah hidup dalam Roh? jika masih ada dosa, jangan tunda, datanglah kepada Tuhan hari ini. Karena Tuhan tidak hanya menunjukkan dosa tetapi juga memberi kuasa untuk menang atas dosa. Amin.
