TUHAN TAHU

TUHAN TAHU

Jumat, 06 Maret 2026

Bacaan : Keluaran 16 : 9 – 21    |    Pujian : KJ. 471

“Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel. Katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti, sehingga kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN Allahmu.” (Ayat 12)

TUHAN TAHU

“Saat kau perlu, Tuhan tahu, Saat kau minta, Tuhan dengar, Saat percaya, Tuhan bekerja

Saat menangis, Tuhan tahu, Saat berdoa, Tuhan dengar, Saat bersyukur, Tuhan berkati.”

Demikian penggalan lagu yang berjudul “Tuhan Tahu” yang dipopulerkan oleh Melitha Sidabutar, Clarisa Dewi, Alvin Christian dan Ps. Lukas Kusuma. Lagu ini mengingatkan kita bahwa kasih dan pemeliharaan Tuhan hadir dalam setiap musim hidup kita, bahkan dalam berbagai suasana hidup kita.

Mari kita merenungkan kembali kisah perjalanan bangsa Israel. Setelah keluar dari Mesir, mereka menempuh perjalanan panjang, melewati padang gurun yang tandus, sementara perbekalan mereka semakin menipis. Tidak sedikit di antara mereka mengalami krisis iman dan meragukan kasih pemeliharaan Tuhan. Namun di tengah krisis iman yang hebat itu, Tuhan tidak tinggal diam. Tuhan tahu, Tuhan dengar, dan Tuhan bekerja. Tuhan memberikan Manna dan Burung Puyuh sebagai makanan mereka di tengah perjalanan berat yang mereka tempuh. Manna dan Burung Puyuh ini bukan hanya tanda pemeliharaan jasmani bagi bangsa Israel, tetapi juga wujud pemeliharaan rohani bagi mereka.

Pengalaman berjalan di padang gurun barangkali juga sedang kita alami saat ini. Saat kita sedang bergumul dengan berbagai tekanan hidup kita masing-masing, dalam kesepian, dalam pergumulan kesehatan, bahkan kegelisahan akan masa depan. Langkah perjalanan itu terasa semakin berat dan bahkan harus terhenti. Akhirnya kita bertanya “Apakah Tuhan masih peduli?” Di tengah pergumulan itu, mari kita percaya bahwa Tuhan tahu, Tuhan dengar, dan Ia tetap bekerja, bahkan saat kita tidak melihat-Nya. Apalagi kita tahu Tuhan Allah telah memberikan Sang Kristus sebagai “Roti Hidup” yang tidak pernah berkesudahan mengasihi kita. Roti hidup itulah yang membangkitkan harapan kita untuk melanjutkan kembali langkah kita yang sempat terhenti itu. Selamat melanjutkan perjalanan di tengah padang gurun hidup masing-masing dan selamat menikmati Roti Hidup yang Tuhan sediakan. Amin. [RAL].

“Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi,

dan barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” – Yoh 6:35.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline