Selasa, 10 Maret 2026
Bacaan : 1 Korintus 10 : 1 – 4 │ Pujian : KJ. 40
–
“dan mereka semua minum-minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.” (Ayat 4)
HIDUP TAAT ADALAH WUJUD PERTOBATAN
“Oleh karna kemurahan Tuhan, ku ada sampai hari ini,
oleh karna kebaikan Tuhan, janji-Mu terjadi bagiku.”
Kalimat ini merupakan sepenggal lirik lagu rohani populer yang berjudul “Kemurahan Tuhan.” Pujian ini menggambarkan berkat penyertaan Tuhan dalam kehidupan umat-Nya hingga hari ini. Oleh karena itu, kehidupan orang percaya harus dapat mencerminkan berkat kebaikan Tuhan melalui cara hidup yang menurut kehendak Tuhan.
Bacaan kita hari ini berbicara tentang sejarah nenek moyang bangsa Israel, yang mana mereka diselamatkan oleh Allah melalui perantaraan Musa. Musa membantu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, menyeberangi laut Tiberau. Selanjutnya, bangsa Israel dipimpin oleh Musa menuju Tanah Perjanjian. Dalam perjalanan mereka menuju Tanah Perjanjian mereka diberkati Tuhan dengan makanan Manna dan minuman air dari batu. Oleh kasih Tuhan, mereka dibimbing menuju Tanah Perjanjian, dimana mereka merasakan damai dan kecukupan. Namun ternyata nenek moyang bangsa Israel justru terjatuh lagi dalam dosa dan memberontak kepada Tuhan. Berkaca dari peristiwa sejarah nenek moyang Israel yang demikian, Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus supaya mereka tidak berbuat sama seperti nenek moyang bangsa Israel. Iman percaya mereka kepada Tuhan harus dibuktikan dengan hidup taat dan setia kepada Tuhan. Penting sebagai umat percaya untuk menjaga dan menahan diri agar tidak terjatuh ke dalam dosa yang sama, terlebih memberontak kepada Tuhan Allah.
Pada masa pra paskah saat ini, mari kita memiliki sikap bertobat. Sikap bertobat artinya kita memiliki kesadaran terhadap kesalahan dan dosa kita serta berkomitmen untuk terus memperbaiki diri supaya kehidupan kita dapat menjadi teladan bagi sesama. Sejatinya diri kita adalah rumah Tuhan di dunia ini, oleh sebab itu, mari kita jaga “Rumah Tuhan” dengan terus melakukan kebaikan dan kebenaran yang Tuhan perkenankan, serta mensyukuri kemurahan dan kasih-Nya dalam hidup kita. Amin. [GEA].
“Tuhan tidak pernah meninggalkan kita bahkan saat kita jauh dari-Nya.”
