Melihat Dengan Jelas

Melihat Dengan Jelas

Senin, 4 Mei

Markus 8:22-26

8:22 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. 8:23 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: “Sudahkah kaulihat sesuatu?” 8:24 Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon.” 8:25 Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. 8:26 Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: “Jangan masuk ke kampung!”

Dalam Perjalanan Kehidupan manusia, sering kali kita bertemu dengan kata proses. Kata proses menurut KBBI adalah runutan peristiwa dalam perkembangan sesuatu. Dengan kata lain, proses ini menjadi sebuah peristiwa yang tidak bisa dipangkas dan tidak bisa terjadi dengan singkat. Apabila, mengambil contoh nyata dalam kehidupan manusia, sejak lahir sampai dengan mati. Ada banyak rangkaian kehidupan yang harus dilalui dan tidak bisa dihindari. Yang pada akhirnya membentuk kualitas dari pribadi tersebut.

Demikian pula dari bacaan saat ini, dalam Markus 8:22-26. Menceritakan tentang seorang buta yang disembuhkan oleh Yesus. Menariknya, peristiwa penyembuhan ini tidak langsung atau secara instan, melainkan ada prosesnya. Proses di sini bukan, proses yang berhari-hari atau berbulan-bulan. Tetapi, Yesus menyentuh orang buta tersebut, sebanyak dua kali. Pada awal Yesus menyentuh, orang buta itu berkata, bahwa ia melihat orang-orang seperti pohon yang berjalan. Tetapi, setelah Yesus menyentuhnya kembali, ia baru melihat segala sesuatu dengan jelas.

Dengan demikian, ada hal yang ingin kita refleksikan bersama, seringkali Allah bekerja melalui setiap proses dalam kehidupan orang percaya. Proses yang di alami tidaklah selalu mulus dan mudah. Juga, ada tantangan dan kesulitan, yang mungkin orang percaya hadapi. Dalam hal ini, yang dapat kita pelajari dari seorang buta dalam bacaan adalah sikap percaya penuh kepada Kristus. Karena, Yesus tidak hanya berhenti pada sentuhan yang pertama, tetapi dilanjutkan pada sentuhan yang kedua. Begitu juga, dengan kehidupan sebagai orang percaya, mungkin masih ada kekhawatiran, kesamaran dalam kehidupan iman percaya. Tetapi, melalui bacaan saat ini, sebagai orang percaya diingatkan bahwa Allah akan menuntun setiap proses kehidupan orang percaya, sampai kepada iman dan pikiran kita dapat melihat dengan jelas tentang maksud dan tujuan Allah dalam kehidupan sebagai orang percaya. Mari, sebagai umat percaya sudah seyogyanya menyerahkan seluruh proses kehidupan kita, agar dapat melihat dengan jelas apa yang ingin Allah kerjakan melalui kehidupan kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact

Email : sekberbmgj@gmail.com

Kantor Sekretariat Bersama @sinode GKJ
(0298) 326684

© 2022 Created by SekberBMGJ

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline