Serah terima kepengurusan Sekretariat Bersama Badan Musyawarah Gereja-gereja Jawa (BMGJ) dari Sekber periode ke-14 kepada Sekber periode ke-15 telah dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di kompleks Kantor Sinode GKJ. Acara serah terima ini menjadi penanda berakhirnya masa pelayanan Sekber BMGJ periode ke-14 sekaligus dimulainya tanggung jawab pelayanan Sekber periode ke-15. Momentum ini diharapkan memperkuat kesinambungan pelayanan, koordinasi, dan kerja sama lintas gereja yang tergabung dalam BMGJ. Melalui pergantian kepengurusan ini, BMGJ diharapkan terus bertumbuh sebagai wadah kebersamaan gereja-gereja dalam menjawab tantangan pelayanan dan kesaksian di tengah masyarakat.
SIDANG RAYA XV BMGJ BAHAS ISU-ISU STRATEGIS GEREJA JAWA DI ERA PERUBAHAN SOSIAL DAN TEKNOLOGI
Komplek Kantor Sinode GKJ Menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Sidang Raya XV BMGJ 2025 Salatiga, 24–25 November 2025 — Badan Musyawarah Gereja-Gereja Jawa (BMGJ) menyelenggarakan Sidang Raya XV di Komplek Kantor Sinode GKJ, yang menjadi gereja penghimpun pada periode ini. Sidang yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri utusan dari empat sinode anggota BMGJ, mitra pelayanan, lembaga-lembaga gerejawi, serta perwakilan Java Island Churches Club (JICC). Sidang Raya XV mengusung semangat kolaborasi gereja-gereja Jawa dalam menjawab berbagai dinamika sosial, budaya, teknologi, dan pelayanan pada masa kini. Agenda dibuka dengan perjamuan persaudaraan JICC, disusul Ibadah Pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Sundoyo dari Bapelsin GKJ. SAMBUTAN & BERBAGI POTENSI Dalam sesi “Berbagi Potensi”, berbagai lembaga gereja menyampaikan kontribusi dan pergumulan pelayanan, antara lain: Bapelsin GKJSinode undanganSekber BMGJ ke-XIVYAKKUMLembaga Alkitab Indonesia (LAI)Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Paparan tersebut memperkaya arah diskusi sidang, khususnya terkait kesehatan, pendidikan, ekumenisme, dan penguatan relasi antar-gereja di Pulau Jawa. PEMBENTUKAN MODERAMEN SIDANG RAYA XV Sidang memutuskan susunan moderamen sebagai berikut: Ketua 1: Pdt. Eko Iswanto (GKJ)Ketua 2: Pdt. Danang Tutut (GITJ)Sekretaris 1: Pdt. Akris Mujiono (GKJTU)Sekretaris 2: Pdt. Kristanto (GKJW) Moderamen akan memimpin jalannya persidangan hingga seluruh agenda mencapai keputusan final. Sidang Raya XV BMGJ menegaskan berbagai arah strategis pelayanan gereja-gereja Jawa di tengah perubahan zaman. Dalam bidang kesehatan dan pendidikan, sidang mendorong kolaborasi lintas sinode dan lembaga Kristen. Gereja-gereja juga meneguhkan komitmen pada kebebasan beragama, melalui advokasi dan dialog lintas iman. Perhatian khusus diberikan pada gereja ramah anak dan Generasi Z, dengan penugasan kepada Sekber XV untuk mendokumentasikan praktik terbaik pelayanan anak dan remaja. Sidang menunjukkan kepedulian terhadap penanganan kekerasan berbasis gender, dengan mandat penyusunan model pendampingan dan edukasi. Gereja-gereja Jawa juga menyerukan penguatan kemitraan dengan pemerintah demi kesejahteraan manusia dan keutuhan ciptaan. Dalam bidang liturgi dan kebudayaan, sidang mendorong tindak lanjut penerjemahan Alkitab Bahasa Jawa, termasuk permohonan penerbitan versi digital, serta membentuk tim ad-hoc untuk mengkaji hibriditas Bahasa Jawa. Untuk pemanfaatan teknologi, sidang memberi mandat evaluasi Aplikasi E-Kidung dan platform digital BMGJ, sekaligus menekankan pentingnya literasi gereja terhadap teknologi informasi dan AI. Menanggapi dinamika sosial, sidang menyoroti perlunya kemitraan gereja kota–desa, penguatan teologi sosial, dan peningkatan kapasitas pastoral. Semua keputusan ini menjadi komitmen bersama gereja-gereja Jawa dalam menghadirkan pelayanan yang relevan, inklusif, dan adaptif di tengah masyarakat. PENGANGKATAN SEKBER XV BMGJ Personalia Sekber XV yang ditetapkan: Anggota Sekber XV: LOKASI SIDANG RAYA XVI BMGJ Sidang menetapkan bahwa Sidang Raya XVI BMGJ akan dilaksanakan di Sinode GITJ pada tahun 2028. PENUTUP Pada pukul 11.35 WIB, seluruh rangkaian Sidang Raya XV BMGJ resmi ditutup melalui ibadah penutupan yang dipimpin oleh Pdt. Eko Iswanto. Sidang Raya XV BMGJ menegaskan kembali komitmen gereja-gereja Jawa untuk bersinergi menjawab tantangan zaman, memperkuat pelayanan lintas sinode, serta menghadirkan kesaksian gereja yang relevan bagi masyarakat luas.
Perayaan HUT ke-49 BMGJ
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-49, Sekber BMGJ melaksanakan program Tukar Pelayanan HUT BMGJ. Program ini dilaksanakan dengan tujuan supaya semakin banyak gereja anggota dapat mengenal lebih dekat siapa BMGJ. Dalam pelaksanaan program tersebut, masing – masing sinode anggota BMGJ mengirim atau mengutus 15 pendeta dan 15 gereja untuk saling bertukar pelayanan. Kegiatan Tukar Pelayanan HUT BMGJ tahun 2025 dilaksanakan dua kali secara bergantian yakni pada tanggal 16 November dan 23 November 2025. Selain itu, dalam ibadah HUT yang dilaksanakan di tiap – tiap gereja, juga dihimbau adanya persembahan khusus untuk HUT BMGJ. Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Tukar Pelayanan HUT BMGJ.
Menuju Sidang Raya BMGJ Tahun 2025
Sidang Badan Musyawarah Gereja-Gereja di Jawa (BMGJ) Salatiga, 24–25 November 2025Sinode GKJ sebagai Sinode Penghimpun Latar Belakang Badan Musyawarah Gereja-Gereja di Jawa (BMGJ) adalah persekutuan gereja-gereja yang didirikan di Salatiga pada 7 November 1976 oleh beberapa Sinode di Jawa. BMGJ hadir sebagai wujud nyata dari keesaan gereja, dengan tujuan meningkatkan hubungan dan kerjasama antar-gereja dalam konteks Jawa, serta memantapkan persekutuan, pelayanan, dan kesaksian bersama yang ekumenis. Ekumene pada hakikatnya adalah wujud nyata gereja sebagai satu tubuh Kristus. Walau demikian, perjalanan sejarah menunjukkan bahwa berbagai tantangan dan situasi telah melahirkan keberagaman gereja, dengan corak teologi, tata ibadah, dan praktik yang beraneka ragam. Gereja-gereja itu bertumbuh, berakar, dan bergerak dalam konteksnya masing-masing. Namun, di balik perbedaan itu ada titik-titik persinggungan yang membuat kita tetap terhubung, sebagaimana diungkapkan Paulus: satu tubuh memiliki banyak anggota. BMGJ sebagai persekutuan gereja-gereja dengan akar budaya Jawa, kini semakin menyadari bahwa di ruang kehidupan yang sama juga hadir saudara-saudara kita dari berbagai gereja di bumi Jawa. Walaupun setiap gereja dan sinode memiliki ciri khas masing-masing, ada kesamaan konteks yang mempertemukan kita, yakni tempat di mana kita berkarya. Karena itu, semangat ekumene dan kesatuan tubuh Kristus perlu terus digelorakan. Hal ini bukan saja untuk menjawab pergumulan internal gereja (ecclesia domestica), tetapi juga untuk bersama-sama menampilkan kehadiran tubuh Kristus yang mampu merespons persoalan di Pulau Jawa, bangsa Indonesia, maupun isu-isu global. Seiring perjalanan waktu, BMGJ menjadi wadah dialog, kerjasama pelayanan, serta penguatan identitas gereja-gereja di Jawa dalam konteks masyarakat yang majemuk. Pada Sidang Raya BMGJ tahun 2025 ini, kita memasuki babak baru dengan semangat identitas gereja di Jawa dan ‘ecumenical in action’ sebagai panggilan bersama untuk menghadirkan kesaksian Kristus di tengah dunia. Tema “Tunggal bumi, ati lan kardi!”Tema “Tunggal bumi, ati lan kardi!” jika diterjemahkan secara bebas berarti: satu bumi, satu hati, dan satu tekad. Tema ini dipilih sebagai dasar refleksi teologis dan arah gerak Sidang Raya BMGJ 2025 dalam konteks ekumene dan kebersamaan gereja-gereja di Jawa. Maskot Makna Filosofis Maskot Burung Gereja (Pipit/Pingai) Makhluk Kawanan, Bukan IndividualBurung gereja atau pipit kecil dikenal hidup berkelompok, jarang terlihat sendirian. Filosofinya, hidup manusia—terlebih gereja—sejatinya berakar dalam kebersamaan. Identitas kita tidak ditemukan dalam kesendirian, melainkan dalam persekutuan. Kesederhanaan yang BermaknaBurung gereja bukan burung yang megah, eksotis, atau menonjol. Ia sederhana, kecil, bahkan kerap dianggap biasa saja. Namun, justru dari kesederhanaannya lahir makna: Allah memakai yang kecil dan sederhana untuk menghadirkan damai, kehidupan, dan sukacita. Kekuatan dalam KomunitasSatu ekor pipit tampak lemah, namun kawanan pipit mampu bertahan, mencari makan, bermigrasi, dan menghadapi ancaman. Dalam konteks gereja, hal ini melambangkan bahwa kekuatan pelayanan dan kesaksian lahir dari kebersamaan, bukan dari kemampuan individu semata. Keselarasan dan Gotong RoyongKawanan burung gereja terbang dengan keteraturan, saling mengikuti arah, tidak berbenturan, dan seolah dipandu oleh satu irama. Inilah simbol harmoni: ketika ada kerendahan hati dan saling mengalah, maka perbedaan berubah menjadi keindahan gerak bersama. Simbol Pemeliharaan AllahDalam Alkitab (Mat. 10:29; Mat. 6:26), Yesus mengingatkan bahwa burung pipit yang kecil sekalipun dipelihara Allah. Tanpa menabur atau menuai, mereka tetap diberi makan. Maknanya: persekutuan yang sederhana ini tidak hidup dari kekuatan sendiri, melainkan dari pemeliharaan kasih Allah. Ekumene sebagai Kawanan RohaniSebagaimana burung gereja hidup berkelompok, maskot ini menjadi gambaran ekumene: gereja-gereja dengan berbagai warna teologi dan tradisi dipanggil untuk hidup dalam kawanan tubuh Kristus. Hanya dengan kebersamaan, kesaksian Injil dapat bergema lebih kuat dan memberi pengaruh nyata.
Bahan Kotbah & Liturgi HUT BMGJ
Salam sejahtera dalam Tuhan Yesus Kristus Puji syukur atas perkenan-Nya sehingga BMGJ akan memperingati HUT ke-49 BMGJ pada tahun 2025 ini. Berdasar pada keputusan Sidang Raya XIV BMGJ maka dalam rangka HUT BMGJ akan dilaksanakan Tukar Mimbar/Tukar Pelayanan. Ketentuan pelaksanaan HUT dan Tukar Mimbar/Tukar Pelayanan tersebut sebagaimana keputusan rapat Sekber adalah sebagai berikut: Waktu pelaksanaan pada hari Minggu ketiga dan keempat, 16 dan 23 November 2025.a. Tema: Sampun Ngantos Purun Kasasaraken.b. Daftar Bacaan I: Maleakhi 4:1-2a; Tanggapan: Mazmur 98; Bacaan II: 2 Tesalonika 3:6-13; Bacaan Injil: Lukas 21:5-19. Gereja-gereja anggota BMGJ dimohon dapat memberikan persembahan khusus dalam rangka HUT ke-49 ini kepada BMGJ. Persembahan dapat dikirim melalui Rekening BRI Unit Kusumanegara No. 0986-01-037009-53-4 a.n. Sundoyo (Bendahara Sekber). Klik disini untuk mengunduh bahan kotbahBahan Kotbah Peringatan HUT ke 49 BMGJ (PDF)Bahan Kotbah Peringatan HUT ke 49 BMGJ (Word) Liturgi Bahasa Jawa(Word)Liturgi Bahasa Jawa (PDF)Liturgi Bahasa Indonesia(WORD)
Sekber XIV BMGJ Gelar Rapat dan Kajian Perluasan Anggota di Jepara
Jepara, 13 Februari 2024 – Sekretariat Bersama (Sekber) XIIV Badan Musyawarah Gereja-gereja di Jawa (BMGJ) mengadakan rapat bersama para pimpinan sinode anggota pada 12-13 Februari 2024. Acara yang berlangsung di GITJ Ngelakmulyo, Jepara, Jawa Tengah ini bertujuan untuk membahas laporan program tahunan serta mengkaji perluasan keanggotaan BMGJ, sebagaimana yang telah dimandatkan dalam Akta Sidang XIII di Malang, Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan sinode menyampaikan tanggapan serta usulan terkait pelaksanaan program yang telah berjalan sepanjang tahun. Diskusi yang berlangsung secara konstruktif ini diharapkan dapat memperkuat peran BMGJ dalam menjangkau lebih banyak gereja di wilayah Jawa. Selain agenda utama, peserta rapat juga meluangkan waktu untuk berziarah ke makam Kyai Ibrahim Toenggoel Woeloeng, yang terletak tidak jauh dari lokasi acara. Kyai Ibrahim merupakan seorang penginjil yang berperan penting dalam penyebaran Kekristenan di Jawa pada awal abad ke-19 (sumber : id.wikipedia.org). Beliau dikenal sebagai tokoh yang menabur benih iman di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Lahir pada tahun 1800, beliau mengabdikan hidupnya dalam pelayanan hingga wafat pada tahun 1885. Melalui rapat dan kajian yang telah dilaksanakan, Sekber XIV BMGJ berharap dapat terus memperkuat sinergi antar-gereja serta menghadirkan dampak positif bagi umat di seluruh Jawa. Dokumentasi kegiatan :
Serah terima Sekber XIII BMGJ Kepada Sekber XIV BGMJ
Pada tanggal 8 Februari 2023, telah terjadi serah terima jabatan antara Sekretaris Bersama XIII BMGJ dan Sekretaris Bersama XIV BMGJ di Kantor Sinode GKJ, Jl. Dr. Sumardi No 8 & 10 Salatiga. Acara ini berlangsung dengan sukses dan merupakan tahap penting dalam pergantian pimpinan BMGJ. Sekretaris Bersama XIV BMGJ diberikan tanggung jawab untuk memimpin dan mengelola organisasi ini serta memastikan kesuksesan dalam mencapai tujuannya. Para hadirin memberikan aplaus dan dukungan kepada Sekretaris Bersama XIV BMGJ untuk memimpin BMGJ ke arah yang lebih baik.
Laporan Perjalanan Kegiatan Sidang Raya XIV BMGJ
lanan Kegiatan Sidang Raya XIV BMGJ 29 – 30 November di Malang Pada kesempatan kali ini sinode GKJ mengirimkan 10 orang untuk ikut berpartisipasi dalam Sidang Raya XIV BMGJ. Kegiatan bertempat di komplek Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan, Kecamatan Sukun,Kota Malang, Jawa Timur. Hari pertama kegiatan dibuka dengan ibadah Pembuka menggunakan visualisasi Papat Kiblat Lima Pancer yang ditarikan oleh Pdt. Gideon (direktur muda IPTh. Balewiyata) beserta beberapa penari lain. Visualisasi ini menceritakan tentang betapa kuatnya sebuah kasih yang dibangun bersama. Meskipun banyak godaan dan cobaan dalam setiap perjalanannya, namun dengan kekuatan kasih sesuatu yang hampir hancur dapat kembali dipulihkan bersama – sama. Hal ini merujuk pada tema Sidang Raya XIV BMGJ yaitu “Seduluran Salawase” dengan harapan supaya sinode – sinode anggota BMGJ sungguh dapat menjadi saudara sampai selama – lamanya. Dalam sidang yang dilaksanakan selama 2 hari, para peserta membahas dan menyetujui beberapa program menarik untuk dilaksanakan pada periode 2022 – 2025. Beberapa program tersebut seperti : 1. mengadakan camp / kemah pemuda di lingkup BMGJ serta membangun komunitas yang berkelanjutan dari kegiatan tersebut; 2. Pengembangan kreatif ekonomi dengan melibatkan enterpreneur wanita dari gereja anggota BMGJ; 3. HUT BMGJ dirayakan dengan mengadakan ibadah ucap syukur di gereja – gereja anggota BMGJ serta melakukan tukar pelayanan di beberapa gereja; 4. Mendistribusikan buku “Sejarah BMGJ” kepada sekolah – sekolah atau institut teologi, serta beberapa program menarik yang lain. Setelah sidang raya XIV BMGJ dinyatakan selesai pada 30 November 2022 kemudian dilayankan ibadah penutup dengan tata cara GKJW, sekaligus pelepasan Sekber XIII BMGJ serta pelantikan Sekber XIV BMGJ yang tentunya siap melaksanakan program – program menariknya selama periode 2022 – 2025.
CAMP PEMUDA BMGJ DAN WORKSHOP PI“Melok Tandang Gawe”
Kamis, 28-30 Juli 2022 BMGJ mengadakan Camp pemuda dan workshop PI, yang dilaksanakan di Geung LPPL GKJTU, Kopeng.camp ini dihadiri pemuda-pemudi wakil dari 4 Sinode Lingkup BMGJ. dengan tema Melok Tandang Gawe.Latar BelakangKita mengenal istilah Tri Tugas Panggilan Gereja: Bersekutu, Bersaksi, danMelayani. Dan kita juga tahu bahwa pengertian Gereja bukan gedung, dan bukanhanya lembaga atau wujud persekutuan lokalnya, tetapi juga pribadi setiap orangKristen. Setiap orang Kristen adalah Gereja.Tugas panggilan bersekutu diberikan karena pada hakekatnya Gereja adalah satu.Gereja adalah tubuh Kristus, dan kita masing masing adalah anggotanya. TubuhKristus adalah satu. Karena Gereja pada hakekatnya satu, maka persekutuan tidakhanya dilakukan di gereja lokal atau hanya antara warga gereja sedominasi,tetapi juga perlu dilakukan antar denominasi.Tugas panggilan berikutnya adalah bersaksi. Setiap kita dipanggil untuk menjadisaksi Kristus, mewartakan karya penyelamatan Allah atas dunia ini. Ini bukanhanya tugas pendeta atau tugas orang dewasa. Pemuda juga dipanggil untuk menjadipewarta karya penyelamatan Allah, menghadirkan Kerajaan Allah di muka bumi.Tugas yang terakhir adalah melayani. Ini adalah tugas untuk menyaksikan kasihAllah dengan tindakan nyata. Kita diajar untuk melihat orang dari sisikebutuhannya dan kemudian menghadirkan Allah dalam kebutuhan orang itu.Mengingat tiga tugas panggilan ini adalah tugas setiap orang Kristen, makasetiap orang Kristen, tak terkecuali pemuda perlu dilengkapi untuk melakukantugas itu. Dalam rangka meningkatkan persekutuan pemuda gereja anggota danmemperlengkapi mereka untuk menjadi pewarta Injil, BMGJ akan mengadakan CampPemuda dan Workshop PI.









