Minggu, 10 Mei Injil Yohanes 8:12 Yesus berkata, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Pasal 8 ayat 12 menyatakan sebuah kebenaran rohani tentang terang yang kekal bagi orang percaya. Terang melambangkan kehidupan, kebenaran, dan arah yang jelas, sedangkan kegelapan melambangkan dosa, kebingungan, dan keterpisahan dari Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering berada dalam kegelapan. Kita mungkin menghadapi kebingungan dalam mengambil keputusan, pergumulan dalam menghadapi masalah, atau bahkan terjebak dalam dosa yang membuat hati kita jauh dari Tuhan. Tanpa terang, manusia berjalan tanpa arah dan mudah tersandung. Yesus datang sebagai terang yang sejati. Ia tidak hanya menunjukkan jalan, tetapi Ia sendiri adalah jalan itu. Ketika kita memilih untuk mengikuti Yesus, kita tidak lagi berjalan dalam kegelapan. Firman-Nya menerangi langkah kita, Roh Kudus menuntun hati kita, dan kasih-Nya memberi kita keberanian untuk melangkah. Namun, mengikuti terang berarti kita juga harus meninggalkan kegelapan. Tidak mungkin seseorang berjalan dalam terang tetapi masih mencintai dosa. Ada panggilan untuk bertobat, untuk berubah, dan untuk hidup dalam kebenaran.
Ketamakan Membawa Maut
Bacaan : Lukas 12 : 15 “kataNya lagi kepada mereka : “Berjaga – jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah – limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” Di tayangan pendek Instagram / tiktok diceritakan ada seseorang yang memiliki kertas ajaib yang berlubang. Melalui kertas itu dia bisa mengambil barang apapun tanpa membuka kunci. Saat ia ingin Es Krim di kulkas, tinggal memasukan tangannya di lubang kertas itu maka pintu kulkas bisa ditembus. Dalam kesehariannya banyak hal yang dilakukan dengan menggunakan kertas itu. Suatu ketika dia ingin mengambil uang ATM, tanpa menggunakan kartu dia bisa ambil dengan kertas ajaib itu. Tidak puas dengan itu dia ingin ambil uang di brankas yang jumlahnya banyak, lalu ditempelkanlah kertas yang berlubang itu. Dengan tangannya dia ambil uang satu persatu, dalam hatinya terlalu lama kalau satu-satu lalu ia masuk dalam brankas melalui lubang kertas itu. Tanpa diduga saat orang tersebut dalam brankas kertas itu lepas dari brankas dan orang itu akhirnya terkunci di brankas itu. Melalui Lukas 12:15 ini mengisahkan ajaran Tuhan Yesus terhadap kekayaan. Tuhan Yesus memberi nasehat, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” Tuhan Yesus memberikan cara pandang yang benar terhadap harta kekayaan. Harta kekayaan seharusnya sebagai sarana untuk mengabdi kepada Tuhan dan mencintai sesama. Melalui bacaaan ini mengingatkan kita untuk bijak terhadap harta kekayaan. Jangan sampai pada akhirnya kita menjadi rakus dan akhirnya diperbudak oleh harta kekayaan hingga kita sendiri celaka Manusia harus hati-hati terhadap sikap tamak, karena ketamakan adalah hal yang membahayakan. Sebab akan menyebabkan dosa-dosa yang lain, bisa jadi akan mencelakan kita. seperti ilustrasi di atas dan para koruptor akhirnya harus berurusan dengan hukum. Bekerja keras boleh, semangat kerja harus tetapi bersyukur tidak boleh kita lupakan. Ingat saat kita mati harta tidak akan kita bawa.
FOKUS (renungan mingguan)
Bacaan : Matius 25 : 14 – 30 “Karena itu, aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan Tuan!“ Matius 25:25 (PBTB2) Suatu ketika dua orang pencari rumput memulai mencari rumput ditempat yang berdekatan. Pencari rumput pertama memulai menyabit rumput yang ada di depannya, sekitar 1/2 jam kemudian pencari rumput itu berdiri, ternyata sudah sekitar 10 meter pencari rumput ini berada di depan dari dia memulai mencari rumput. Kemudian dimasukkanlah rumput itu ke tempat yang dia bawa. Pencari rumput ini mencari temannya, yaitu pencari rumput kedua, ternyata pencari rumput ke dua ini belum mendapatkan rumput sebanyak pencari pertama. Ketika ditanya ternyata pencari rumput ke dua ini tidak fokus mencari yang di depannya tetapi matanya memandang hamparan tempat dia mencari rumput dan pindah-pindah. Hingga akhirnya waktunya habis dia gunakan untuk melihat hijaunya rumput yang terlihat lebih segar dari yang di depannya. Pada akhirnya malah tidak mendapatkan rumput secara maksimal. Matius 25:14-30 mengisahkan seorang majikan pergi ke luar negeri dan mempercayakan harta kekayaannya kepada tiga orang hambanya. Ia memberikan kepada hamba masing-masing hamba pertama lima talenta, kepada hamba ke-2 dua talenta, dan kepada hamba ke-3 satu talenta. Hamba pertama menggunakan lima talenta untuk berdagang dan menghasilkan lima talenta lagi. Hamba ke-2 menggunakan dua talenta untuk berdagang dan menghasilkan dua talenta lagi. Hamba ke-3 hanya mengubur talenta yang ia miliki. Usut punya usut ternyata alasan dari hamba ke tiga ini adalah tidak terima! karena dia hanya mendapatkan satu talenta. Lalu majikan marah, sebab majikan menganggap hamba ini tidak bertanggungjawab terhadap apa yang telah diberikan dan yang telah disepakati. Bacaan ini mengajak kita untuk kita fokus dengan apa yang ada di depan kita dan yang telah dipercayakan ke kita. Sebab apabila kita melihat orang lain, justru kita tidak ada gairah untuk menjalani hidup dan pada akhirnya tidak ada apapun yang kita hasilkan. Semoga kita bisa fokus terhadap ada yang dipercayakan ke kita. AMIN. ——————————————
