Kamis, 12 Maret 2026
Bacaan : Efesus 4 : 25 – 32 | Pujian : KJ. 39
–
“Apabila kamu menjadi marah, janganlah berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Ayat 26-27)
MENGENDALIKAN AMARAH
Emosi adalah suatu perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia, yang menggambarkan apa yang dirasakan oleh seseorang ketika ada perubahan yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari. Salah satu jenis emosi yang kita kenal adalah marah. Perasaan marah ini muncul ketika kehendak dan harapan kita terhadap seseorang atau sesuatu tidak terpenuhi. Misalnya kita dihina, direndahkan, dan diperlakukan tidak adil oleh orang lain, maka kita akan marah. Bila kita tidak dapat mengendalikan amarah kita, maka rasa marah ini dapat merusak diri kita sendiri dan orang lain di sekitar kita. Oleh karena itu, kita perlu memiliki pengendalian diri yang kuat untuk mengendalikan amarah pada diri kita.
Bagian firman Tuhan yang kita baca saat ini merupakan bagian nasihat Rasul Paulus kepada Jemaat Efesus. Secara utuh Rasul Paulus menasihatkan tentang manusia baru yang hidup menurut kehendak Allah. Jemaat Efesus harus mengingat bahwa mereka telah diselamatkan oleh darah Kristus, karena itu hidup mereka haruslah berpadanan dengan firman Tuhan. Mereka tidak lagi sama dengan orang yang belum mengenal Allah. Di sinilah Paulus menasihati agar mereka senantiasa memuliakan Allah, hidup dalam kebenaran dan kekudusan, tidak mudah marah, tidak mencuri, tidak berkata kotor melainkan berkata benar dan membangun. Mereka harus mengendalikan amarah, dan apabila mereka marah jangan sampai kemarahan itu berlarut-larut yang membuat mereka jatuh ke dalam dosa.
Hari ini di masa pra paskah kita diajak untuk mengendalikan emosi dalam diri kita, yaitu amarah. Wajar jika kita merasa marah saat diri kita disakiti, direndahkan, dihina, tidak dihargai oleh orang lain. Bisa jadi orang yang terdekat dengan kita seperti suami, istri, anak, teman, rekan sepelayanan, rekan kerja membuat kita marah, namun kita mesti mengingat: “Apabila kamu menjadi marah, janganlah berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Ay. 26-27). Mari kita selalu mengingat firman Tuhan ini, jadilah pribadi yang mampu mengendalikan amarah. Mari memohon kepada Tuhan agar kita tidak mudah mendendam atas kesalahan orang lain pada kita, melainkan mampu untuk mengampuni dan tetap mengasihi mereka. Amin. [AR].
“Kemarahan adalah api yang akan membakar diri kita, maka kendalikanlah itu!”
